|
|
|
|
|
|
Kisah Hidup Laksamana Malahayati Tanggal 09 Sep 2026 oleh Kyas1 . |
Kisah ini menceritakan kehidupan Laksamana Malahayati, mulai dari masa kecilnya hingga perjuangannya sebagai pemimpin militer di Kesultanan Aceh Darussalam. Ia dikenal sebagai perempuan pertama di dunia yang memegang jabatan militer tertinggi pada sebuah negara berdaulat, menjadi inspirasi bagi kaum perempuan untuk mencapai apa pun yang diinginkan. Cerita ini juga mengulas konflik antara Aceh dengan Portugis dan perannya dalam melawan penjajah.
Malahayati adalah putri dari Laksamana Mahmud Syah dan cucu dari Muhammad Said Syah, keduanya adalah laksamana di Angkatan Laut Kerajaan Aceh. Lahir pada tahun 1560 di masa Sultan Alauddin Riayat Syah al-Qahar, Malahayati dididik dengan ketaatan beragama. Sejak usia enam tahun ia belajar baca tulis Al-Qur'an, kemudian mendalami ilmu agama di pesantren putri dengan Tengku Jamaludin Lam Kra dan Dayah Inong (Madrasatul Banat) untuk ilmu fikih, akidah, akhlak, dan bahasa Arab. Selain itu, ia juga belajar bahasa asing seperti Inggris, Prancis, dan Spanyol. Sejak kecil, ia sering diajak ayahnya ke pelabuhan untuk melihat kapal dagang dan kapal perang, serta menyaksikan latihan perang-perangan di laut, yang menumbuhkan jiwa cintanya pada lautan.
Pada masa itu, sebagian wilayah Semenanjung Malaka telah jatuh ke tangan Portugis, yang merupakan ancaman bagi Aceh dan Banten. Pada tahun 1575, armada perang Aceh di bawah komando Laksamana Mahmud Syah dan armada Banten yang dipimpin Pangeran Arya bin Maulana Hasanuddin bersama-sama menyerang Portugis di Malaka. Dalam pertempuran dekat pangkalan La Formosa, Laksamana Mahmud Syah gugur, menyebabkan armada Aceh mundur ke Pulau Bengkalis dan armada Banten ke Jepara. Kepergian ayahnya sangat memukul hati Malahayati, ia sering mengeluh mengapa ia lahir sebagai wanita dan tidak bisa menjadi laksamana untuk menuntut balas. Namun, gurunya, Tengku Ismail Indrapuri, memberikan nasihat bahwa di hadapan Allah, laki-laki dan perempuan itu sama dalam memikul amanah-Nya di bumi. Nasihat tersebut membangkitkan semangat Malahayati dan membuatnya bersumpah untuk berjuang melawan penjajah kelak.
Malahayati menikah dengan Laksamana Muda Ibrahim, bawahan ayahnya, yang kemudian diangkat sebagai Panglima Armada V Kerajaan Aceh oleh Sultan Mansur Syah. Saat bertugas di Pulau Rupat, Malahayati menemani suaminya. Suatu hari, patroli kapal perang Aceh berpapasan dengan dua kapal pengangkut rempah-rempah dari Banten yang dirampok oleh perahu Portugis. Meskipun pedagang Banten melawan, banyak yang gugur atau terluka, dan kapal-kapal rempah lainnya dirampas dan ditenggelamkan. Laksamana Muda Ibrahim memimpin pengejaran terhadap enam kapal Portugis yang diduga melakukan perampasan tersebut. Pertempuran laut terjadi di perairan Tanjung Parit. Ketika Laksamana Muda Ibrahim sedang mengatur siasat di geladak kapal Kuta Alam, sebuah peluru meriam kapal Portugis meledak dan menyebabkan ia gugur. Malahayati dengan tabah menyembunyikan berita kematian suaminya agar tidak melemahkan semangat juang armada Aceh. Diam-diam ia mengenakan pakaian suaminya dan mengambil alih komando pertempuran. Hasilnya, tiga kapal Portugis berhasil ditenggelamkan, dua ditawan, dan satu meloloskan diri. Di pihak Aceh, satu kapal ditenggelamkan dan dua lainnya rusak ringan. Rempah-rempah yang diselamatkan kemudian dikembalikan kepada pedagang Banten. Keberhasilan Malahayati dalam pertempuran ini menyebar luas hingga ke Banten, bahkan Sultan Maulana Yusuf dari Banten menyampaikan selamat dan kekagumannya.
Sumber: https://tengkuputeh.com/2018/04/18/kisah-hidup-laksamana-malahayati
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |