|
|
|
|
|
|
Kisah Perjalanan Leluhur Kalbu Ijung Suku Lamat Dan Kekerabatan Semurup-semerap Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Kisah ini menceritakan tentang jejak leluhur yang menghubungkan Dusun Koto Baru Semurup dengan Dusun Semerap, Kecamatan Keliling Danau, Kerinci. Pusat cerita adalah Kalbu Ijung Suku Lamat dari Dusun Koto Baru Semurup, yang juga dikenal sebagai Khatib Salih Imam Baruji, seorang ulama dan pendakwah Islam yang dimakamkan di Bukit Koto Payung Semurup Tinggi. Ia memiliki sanak saudara yang kemudian menetap di Semerap. Menurut tutur lisan, Ijung Suku Lamat dan sanak saudaranya adalah keturunan Ninek Suri Alam, atau Depati Panggar Gumi Tuo. Sanak saudara Ijung Suku Lamat ini meninggalkan kampung halaman Semurup karena tidak menemukan jodoh yang sesuai. Ia menghilirkan Sungai Batang Merao menggunakan cerapung, mengikuti aliran sungai hingga sampai di Dusun Semerap. Di Semerap, ia menetap, menikah, dan memiliki keturunan yang menjadi bagian dari masyarakat Semerap. Makamnya berada di sekitar belakang Pasar Semerap. Terdapat beberapa versi mengenai identitas sanak saudara ini; ada yang menyebutnya saudara perempuan Ijung Suku Lamat yang tidak diketahui nama aslinya, versi lain menyebut Ninek Pirak, Penunggu Pintu Lawang, dan ada juga tutur di Semerap yang menyebutnya laki-laki. Hubungan kekerabatan ini juga tercatat dalam Tambo Dusun Semerap, yang menyebutkan adanya gelar Ninik Mamak Rio Bentang dari Semurup yang datang ke Semerap membawa pusaka. Semerap sendiri memiliki susunan adat 10 Ninik Mamak dan 8 Depati. Sebagai penguat kekerabatan, ditemukan batu lesung di dekat makam Ijung Suku Lamat di Bukit Pendung Hilir Semurup dan juga di dekat makam sanak saudaranya di Semerap. Keberadaan batu lesung ini dianggap sebagai bukti hubungan kekerabatan antara kedua tempat tersebut. Bagi keturunan Ijung Suku Lamat, makam di Semerap adalah tempat bersemayam sanak saudara dari garis leluhur yang sama, yang perjalanannya telah menjalin hubungan keluarga dari Semurup ke Semerap.
Kisah ini berasal dari tutur lisan masyarakat di Kabupaten Kerinci, khususnya di Dusun Koto Baru Semurup dan Dusun Semerap, Kecamatan Keliling Danau.
Sumber: https://www.porosjambimedia.com/2026/10/02/perjalanan-leluhur-kalbu-ijung-suku-lamat-menghubungkan-jalur-kekerabatan-semurup-semerap
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |