|
|
|
|
|
|
Kisah Wassingrana Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Wassingrana adalah seorang abdi setia Trunajaya, pangeran Madura yang masih berhubungan keluarga dengan raja-raja Mataram. Wassingrana bersama pasukannya ditempatkan di Kediri untuk melindungi Trunajaya yang tengah dikepung pasukan gabungan VOC dan pro-Mataram. Namun, Trunajaya akhirnya ditangkap oleh pasukan VOC yang besar dan dieksekusi mati oleh Amangkurat II pada awal tahun 1680 di hadapan istrinya. Pasca gugurnya Trunajaya, pasukan Wassingrana kembali ke Madura, namun kondisi keamanan yang tidak kondusif membuat mereka hijrah ke Panarukan melewati Blambangan. Di sana, Wassingrana menyusun kekuatan dan strategi untuk melanjutkan perjuangan Trunajaya melawan VOC dan Mataram. Ketika keamanan Madura mulai pulih, Wassingrana kembali ke tanah kelahirannya. Ia bersama kelompoknya membuat keonaran di sepanjang perjalanan, merampok dan membegal orang-orang yang pro terhadap Mataram dan VOC, menimbulkan keresahan. Meskipun demikian, Amangkurat II kemudian memberikan pengampunan atas kesalahannya. Sejak itu, Wassingrana mulai muncul di depan publik, selalu berjalan beriringan dengan Penguasa Madura Barat, Cakraningrat II di Arisbaya. Di Arisbaya, Wassingrana dengan leluasa menyusun gerakan dan siasat untuk menyerang Kompeni. Ia mengumpulkan banyak orang untuk membantunya mengacaukan perairan Selat Madura, yang merupakan jalur perdagangan penting. Tindakannya ini kembali meresahkan pemerintah pusat di Batavia. Upaya penangkapan oleh Martel, seorang pembantu letnan VOC, di markas Wassingrana tidak berhasil karena Wassingrana melawan dan meloloskan diri dengan dukungan penguasa setempat. Permasalahan ini terus bergulir. Pemerintah Batavia mengutus kepala saudagar, Jeremias van Vielt, untuk menyelesaikan masalah ini, termasuk menangani Wassingrana. Setibanya di Surabaya, Wassingrana yang saat itu bersama Cakraningrat II, dijebak oleh dua perwira VOC, Martel dan Hirskon. Terbuai kata-kata manis, Wassingrana digiring ke tempat peristirahatan Van Vliet yang telah dijaga puluhan serdadu bersenjata. Kegaduhan terjadi, dan Wassingrana berhasil ditangkap dengan tangan dan kaki terikat. Kompeni menyerahkan dakwaan dan eksekusi Wassingrana kepada penguasa Mataram. Wassingrana dibawa ke pengadilan Mataram dan dijatuhi hukuman mati. Eksekusinya dramatis; dadanya ditusuk keris dan kepalanya ditancapkan di ujung tombak.
Sumber: https://mamira.id/kisah-kepahlawanan-sang-perompak
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |