|
|
|
|
|
|
Kue Apem Cirebon Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Kue Apem adalah kue khas Cirebon yang hanya muncul pada tanggal 1 hingga 30 Bulan Safar. Kue ini memiliki beberapa jenis bentuk, ada yang kotak dan ada yang setengah bulat, dengan rasa tawar sehingga biasa dimakan dengan gula merah cair sebagai celupannya.
Bentuk kue apem yang kotak dan bulat dipercaya menggambarkan syahidnya Husain RA, cucu Nabi Muhammad, yang wafat dimutilasi dalam Perang Karabala. Kue berbentuk bulat melambangkan kepala, sedangkan kue kotak melambangkan badan yang terpisah dari kepalanya. Gula merah cair yang menyertai kue apem dianggap sebagai darah cucu Nabi tersebut. Waktu pembuatan kue apem di bulan Safar juga berkaitan dengan waktu terbunuhnya Husain RA, sebagai duka mendalam atas tragedi Karabala yang terjadi sebulan sebelumnya (10 Muharam). Selain sebagai peringatan, pembuatan Apem juga berfungsi sebagai ajang saling minta maaf antar tetangga, karena dalam kepercayaan tradisional Arab, bulan Safar adalah bulan bencana, sehingga saling memaafkan dianggap sebagai penolak bala.
Pembuatan kue Apem dilakukan oleh tiap-tiap penduduk Cirebon yang ingin membuatnya, biasanya untuk dibagikan kepada tetangga. Selama bulan Safar, hampir setiap rumah di desa-desa Cirebon membuat dan saling tukar menukar kue apem. Selain masyarakat, keraton-keraton di Cirebon (Kasepuhan, Kanoman, Kaprabonan, dan Kacirebonan) juga membuat kue Apem untuk dibagikan kepada sanak kerabat keraton dan masyarakat umum. Hal ini mengindikasikan bahwa budaya pembuatan kue Apem di Cirebon berasal dari instruksi pihak keraton yang kemudian diikuti oleh masyarakat.
Waktu pasti kapan pertama kalinya kue Apem dibuat di Cirebon tidak diketahui. Namun, budayawan dan sejarawan Cirebon meyakini bahwa pembuatan kue Apem sudah ada sejak zaman Sunan Gunung Jati. Selain di Cirebon, kue Apem juga dikenal di masyarakat lain. Di Jawa Tengah dan Timur, kue ini biasa dibuat pada 10 Muharam, sesuai dengan tanggal wafatnya Husain RA. Sementara di Indramayu, meskipun dibuat pada bulan Safar dan bentuknya serupa, kue tersebut dinamakan kue Cimplo.
Sumber: https://www.rekomkita.com/kuliner/67449960/kue-apem-adalah-kue-khas-cirebon-yang-muncul-di-waktu-tertentu
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |