|
|
|
|
|
|
Kuliner Tempo Dulu Versi Serat Centhini Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Kuliner tempo dulu atau jajanan pasar merupakan makanan tradisional masyarakat Jawa yang keberadaannya tercatat dalam Serat Centhini. Kuliner ini tetap eksis dan dilestarikan, seringkali menjadi bagian dari uba rampe ritual pada upacara panen raya, pesta pernikahan, pindah rumah, dan berbagai peristiwa penting lainnya. Masyarakat pada masa itu mengonsumsi hasil bumi berupa umbi-umbian (pala kependhem), buah-buahan (pala gemanthung), dan buah di atas permukaan tanah (pala kesimpar). Sajian juga dilengkapi dengan hasil pekarangan lain seperti sirih, obat herbal, dan bunga-bungaan (anggrek bulan, wora-wari, kenanga, cempaka, melati, menur, bunga dangan) sebagai penghias dan pengharum.
Masyarakat pada zaman Serat Centhini telah mengenal pola makan tiga kali sehari yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam. Di antara waktu makan, tersaji aneka kudapan kering maupun basah, gurih, dan manis. Beberapa istilah terkait makanan dan kegiatan makan juga dikenal:
Sajian makanan dan minuman dalam kuliner tempo dulu sangat beragam, termasuk makanan utama, lauk pauk hewani dan nabati, kudapan, minuman, dan buah-buahan. Sajian khusus juga diberikan kepada tetamu yang datang ke rumah.
Sumber: https://seratcenthini.wordpress.com/2009/11/20/kuliner-tempo-dulu-versi-serat-centhini
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |