|
|
|
|
|
|
Lamut Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Lamut adalah sebuah seni tutur khas Banjar yang merupakan bagian dari kekayaan sastra daerah Kalimantan Selatan. Kesenian ini adalah tradisi berkisah yang ceritanya sarat akan pesan dan nilai-nilai keagamaan, sosial, dan budaya Banjar. Pencerita Lamut disebut palamutan, yang saat pertunjukan duduk bersandar di tawing halat (dinding tengah) dikelilingi para pendengar. Nama kesenian ini diambil dari tokoh cerita Paman Lamut. Lamut dikenal juga dengan sebutan lamut karasmin karena berfungsi sebagai hiburan pada berbagai acara.
Lamut diperkirakan berasal dari Tiongkok dan tiba di tanah Banjar sekitar tahun 1816, dibawa oleh para pedagang Tionghoa. Awalnya menggunakan bahasa Tionghoa, kemudian diterjemahkan ke bahasa Banjar. Perkembangan Lamut dimulai ketika Raden Ngabe bertemu pedagang China di Amuntai, mendapatkan salinan syair China, mempelajarinya, dan melantunkannya. Lamut mulai berkembang sebagai hiburan saat panen padi berhasil. Pengiring terbang ditambahkan setelah masuknya kesenian hadrah. Kesenian Islam juga sangat mempengaruhi Lamut, menjadikannya strategis dalam penyebaran Islam di masyarakat Banjar. Selain itu, Lamut juga dipengaruhi oleh Wayang Kulit, khususnya dari Demak, yang tercermin pada dialek dialognya yang mirip wayang. Kata 'lamut' konon berasal dari bahasa Arab 'laamauta' (ﻻﻤﻭﺕ) yang berarti tidak mati. Setelah penghapusan Kerajaan Banjar pada 1860, balamut semakin meluas hingga ke perkotaan. Meskipun terdesak oleh film dan gramophone pada tahun 1926, Lamut kembali muncul dan mencapai puncaknya sekitar tahun 1960–1970-an.
Pertunjukan Lamut terbilang sederhana, dengan materi cerita disampaikan oleh satu seniman tunggal, yaitu palamutan. Pertunjukan biasanya dilakukan pada malam hari, dari pukul 22.00 hingga menjelang subuh. Kesenian ini diiringi dengan alat musik terbang berukuran besar yang diletakkan di pangkuan palamutan. Pendengar perempuan disediakan tempat terpisah di sebelah dinding tengah. Lamut berfungsi sebagai hiburan masyarakat pada acara perkawinan, tradisi keluarga seperti 'manyampir', perayaan hari-hari besar atau daerah, serta digunakan dalam proses 'batatamba' (penyembuhan penyakit). Orang yang hajatnya terkabul juga sering mengundang palamutan.
Setelah masa kejayaan sekitar satu dekade, keberadaan Lamut mulai menurun lagi sejak tahun 1972 dengan masuknya tayangan televisi. Saat ini, Lamut semakin terdesak oleh kesenian modern dan banjir informasi dari internet. Minat generasi muda terhadap sastra lisan Banjar ini rendah, mengakibatkan regenerasi yang buruk. Kondisi ini diperparah dengan meninggalnya satu per satu palamutan, menjadikan keadaan seni tradisional Lamut semakin mengkhawatirkan.
Sumber: https://1001indonesia.net/lamut-seni-tutur-masyarakat-banjar-yang-makin-terpinggirkan
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |