×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Cerita Rakyat

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Lancang Kuning

Tanggal 24 Oct 2026 oleh Kyas1 . Revisi 2 oleh Kyas1 pada 24 Oct 2026.

Cerita

Suatu hari, Datuk Laksamana, pemimpin Bukit Batu Bengkalis di Riau, memerintahkan dua panglimanya, Panglima Umar dan Panglima Hasan, untuk menumpas perompak di Tanjung Jati yang mengganggu mata pencarian nelayan Bukit Batu di Senggoro. Panglima Umar segera berangkat, meninggalkan istrinya, Zubaidah. Namun, Panglima Hasan tidak ikut karena rekayasa berita perompakan itu adalah siasatnya agar Panglima Umar jauh dari Zubaidah dan Datuk Laksamana. Selama kepergian Panglima Umar, Panglima Hasan mencoba merayu Zubaidah, tetapi Zubaidah tetap setia. Marah, Panglima Hasan mencari cara untuk menyingkirkan Zubaidah. Saat peluncuran Lancang Kuning, perahu itu tiba-tiba berhenti. Panglima Hasan memutuskan untuk menjadikan Zubaidah sebagai tumbal galangan. Setelah tubuh Zubaidah dijadikan tumbal, lancang berhasil diluncurkan ke laut, dan Zubaidah pun meninggal. Sekembalinya dari Tanjung Jati, Panglima Umar difitnah oleh Panglima Hasan bahwa Datuk Laksamana telah membunuh Zubaidah sebagai tumbal. Panglima Umar yang kalap membunuh Datuk Laksamana. Sebelum meninggal, Datuk Laksamana mengutuk Panglima Umar bahwa ia akan tenggelam bersama kapalnya jika melewati Tanjung Jati. Panglima Umar kemudian menyadari fitnah itu dan bertikai dengan Panglima Hasan, yang berakhir dengan kematian tragis Panglima Hasan di tangan Panglima Umar. Panglima Umar kemudian menjalankan kutukan dengan berlayar ke perairan Tanjung Jati dan tenggelam. Sejak saat itu, pulau Bengkalis dikenal sepi penduduk dibandingkan daerah Riau lainnya hingga sekarang.

Tokoh

  • Datuk Laksamana: Pemimpin Bukit Batu Bengkalis, Riau.
  • Panglima Umar: Panglima setia yang diberi tugas menumpas perompak.
  • Panglima Hasan: Panglima licik yang merekayasa situasi untuk mendekati Zubaidah.
  • Zubaidah: Istri Panglima Umar, setia, dan menjadi tumbal peluncuran Lancang Kuning.

Asal & Persebaran

Cerita rakyat ini berasal dari Riau, terkait dengan nama perahu besar kerajaan Melayu Riau, Lancang Kuning.

Pementasan

Sinopsis Lancang Kuning ini dibuat untuk pagelaran Sendratasik Lancang Kuning. Pada Mei 2012, Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru mengadakan pagelaran ini di Belanda dan lima negara Eropa lainnya. Sendratasik "Lancang Kuning" dibawakan oleh aktor dan aktris yang berpengalaman, serta musisi dan penyanyi yang karyanya mendapat pujian di Eropa, sehingga pertunjukan ini terpilih untuk ditampilkan di beberapa acara di negara-negara Eropa.

  • Penanggung Jawab: Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru

Pemeran

  • Halilintar (Director/Hulu Balang)
  • Christina Putri Susanti (Zubaidah)
  • Monda Gianes (Panglima Umar)
  • Ubaidillah bin Said Umar (Datuk Laksemana)
  • Gustansyah (Panglima Hassan)
  • Makhzun Hafas (Bathin Sanggoro)
  • Sri Deswita (Mak Bidan/Make up artist)
  • Hafizah Askacita (Rakyat/make up artist)

Pendukung

  • Rino Deza Pati (Composer/Musician)
  • Muhammad Santoso David (Musician)
  • Viogy Rupiyanto (Musician)
  • Cendra Putra Yanis (Musician)
  • Syahru Ramadhan (Musician)
  • Aristofani (Musician)
  • Ardiansyah (Musician)
  • Iwan Kurniawan (Musician)
  • Fitrah (Musician)
  • Mekroza (Musician)
  • Loni Jaya Putra (Musician)
  • Tito Aldila (Coreographer/Musician)
  • Yunita Hartati binti Nadi (Singer/Dalang)
  • Suhenri Perdana (Dancer)
  • Awal Zumardi (Dancer)
  • Wan Harun Ismail (Dancer)
  • Riyo Tulus Pernando (Dancer)
  • Yeniati Astuti (Dancer)
  • Gemi Marta Jepri (Dancer)
  • Heppy Fitriana (Dancer)
  • Fanny Fifiyanti (Dancer)
  • Devienta Roza (Dancer)
  • Fahrizal (Artistik/Rakyat)
  • Indra Kumala (Dokumentasi/official)
  • Leonasri (Official/Crew)
  • Yulli Sullianti (Costum/Rakyat)

Sumber: https://wisatabengkalisriauindonesia.wordpress.com/cerita-rakyat-2/lancang-kuning, https://www.riaumagz.com/2012/03/sinopsis-lancang-kuning.html

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

Lancang Kuning — Cerita Rakyat, Riau · source

DISKUSI


TERBARU


Ceret Angkringa...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Ceret angkringan merupakan wadah untuk air panas, wedang jahe, teh kental, dan air putih dingin. Ceret ini biasanya diletakkan di atas ang...

Cundrik

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Senjata dan Alat Perang

Deskripsi Cundrik adalah pisau kecil khas Madura yang digunakan oleh perempuan sebagai langkah antisipatif saat carok. Dalam tradisi carok zaman dah...

Drama Wayang (d...

Oleh Kyas1 | 24 Oct 2026.
Seni Pertunjukan

Tradisi yang Terus Bergerak Belakangan ini, istilah "drayang" sering dibicarakan dalam dunia seni pertunjukan. Drayang adalah bentuk pertunj...

Jaka Kembang Ku...

Oleh Kyas1 | 24 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Prabu Brawijaya dari Kerajaan Kediri bersedih karena putrinya, Dewi Sekartaji, menghilang. Jaka Kembang Kuning, utusan dari Kademangan Kuning...

Susu Mengalir D...

Oleh Kyas1 | 24 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Raden Samba, anak dari Kresna, yang juga dikenal sebagai Wisnubrata, sangat mencintai kakak iparnya, Dewi Hagnyanawati. Karena kesulitan yang...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...