|
|
|
|
|
Suatu hari, Datuk Laksamana, pemimpin Bukit Batu Bengkalis di Riau, memerintahkan dua panglimanya, Panglima Umar dan Panglima Hasan, untuk menumpas perompak di Tanjung Jati yang mengganggu mata pencarian nelayan Bukit Batu di Senggoro. Panglima Umar segera berangkat, meninggalkan istrinya, Zubaidah. Namun, Panglima Hasan tidak ikut karena rekayasa berita perompakan itu adalah siasatnya agar Panglima Umar jauh dari Zubaidah dan Datuk Laksamana. Selama kepergian Panglima Umar, Panglima Hasan mencoba merayu Zubaidah, tetapi Zubaidah tetap setia. Marah, Panglima Hasan mencari cara untuk menyingkirkan Zubaidah. Saat peluncuran Lancang Kuning, perahu itu tiba-tiba berhenti. Panglima Hasan memutuskan untuk menjadikan Zubaidah sebagai tumbal galangan. Setelah tubuh Zubaidah dijadikan tumbal, lancang berhasil diluncurkan ke laut, dan Zubaidah pun meninggal. Sekembalinya dari Tanjung Jati, Panglima Umar difitnah oleh Panglima Hasan bahwa Datuk Laksamana telah membunuh Zubaidah sebagai tumbal. Panglima Umar yang kalap membunuh Datuk Laksamana. Sebelum meninggal, Datuk Laksamana mengutuk Panglima Umar bahwa ia akan tenggelam bersama kapalnya jika melewati Tanjung Jati. Panglima Umar kemudian menyadari fitnah itu dan bertikai dengan Panglima Hasan, yang berakhir dengan kematian tragis Panglima Hasan di tangan Panglima Umar. Panglima Umar kemudian menjalankan kutukan dengan berlayar ke perairan Tanjung Jati dan tenggelam. Sejak saat itu, pulau Bengkalis dikenal sepi penduduk dibandingkan daerah Riau lainnya hingga sekarang.
Cerita rakyat ini berasal dari Riau, terkait dengan nama perahu besar kerajaan Melayu Riau, Lancang Kuning.
Sinopsis Lancang Kuning ini dibuat untuk pagelaran Sendratasik Lancang Kuning. Pada Mei 2012, Lembaga Adat Melayu Riau Kota Pekanbaru mengadakan pagelaran ini di Belanda dan lima negara Eropa lainnya. Sendratasik "Lancang Kuning" dibawakan oleh aktor dan aktris yang berpengalaman, serta musisi dan penyanyi yang karyanya mendapat pujian di Eropa, sehingga pertunjukan ini terpilih untuk ditampilkan di beberapa acara di negara-negara Eropa.
Sumber: https://wisatabengkalisriauindonesia.wordpress.com/cerita-rakyat-2/lancang-kuning, https://www.riaumagz.com/2012/03/sinopsis-lancang-kuning.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Lancang Kuning — Cerita Rakyat, Riau · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |