|
|
|
|
|
|
Legenda Ki Ageng Selo Penangkap Petir Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Ki Ageng Selo, yang nama aslinya adalah Ki Ageng Ngabdurahman Sela, merupakan keturunan dari Prabu Brawijaya, raja terakhir Majapahit, melalui putranya Bondan Kejawan. Ia hidup pada awal abad ke-16 di masa Kerajaan Demak, di bawah pemerintahan Sultan Trenggana. Meskipun memiliki cita-cita menjadi prajurit Pasukan Penggempur Demak, ia gagal dalam seleksi karena dianggap tidak tahan melihat darah saat melawan banteng liar. Setelah kegagalan tersebut, Ki Ageng Selo memilih untuk hidup sebagai petani dan dikenal juga sebagai pertapa yang sering bermeditasi. Selain bertani di Grobogan, ia juga mendirikan perguruan Islam yang melahirkan murid-murid berpengaruh.
Salah satu kisah terkenal dari Ki Ageng Selo adalah legenda tentang kemampuannya menangkap petir. Pada suatu hari, ketika ia sedang mencangkul di sawah, langit tiba-tiba mendung dan hujan turun dengan deras disertai petir yang menyambar-nyambar. Petani lain memilih untuk pulang karena takut, tetapi Ki Ageng Selo tetap melanjutkan pekerjaannya. Secara tak terduga, sebuah petir menyambar ke arahnya, namun ia berhasil menangkap petir itu alih-alih tersambar. Konon, petir tersebut kemudian berubah wujud menjadi seorang kakek tua. Ki Ageng Selo lalu mengikat kakek tua itu di pohon Gandrik dan membawanya menghadap Sultan Demak. Sultan kemudian menempatkan kakek petir itu dalam jeruji besi di alun-alun agar dapat disaksikan oleh masyarakat. Tak lama setelah itu, seorang nenek tua datang membawa kendi berisi air dan memberikannya kepada kakek petir untuk diminum. Setelah meminum air tersebut, terdengar suara menggelegar dan seketika kakek serta nenek itu menghilang, meninggalkan jeruji besi yang hancur. Kisah ini menjadi warisan budaya yang kaya dalam sejarah dan kepercayaan masyarakat Jawa.
Sumber: https://emmanus.com/legenda-ki-ageng-selo-sang-penangkap-petir-dari-majapahit
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |