×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Tarian

Provinsi

Nusa Tenggara Timur

Asal Daerah

Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur

Tari Ledo Hawu

Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Asal-usul

Tari Ledo Hawu berasal dari daerah Sabu, Nusa Tenggara Timur. Pada zaman dahulu, tarian ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara kematian untuk kaum tertentu seperti bangsawan, tokoh adat, maupun kepala suku. Tarian ini dianggap sakral dan hanya dilakukan oleh penari dari suku tertentu yang mempunyai kedudukan tertinggi di masyarakat Sabu.

Fungsi & Makna

Awalnya, Tari Ledo Hawu digunakan sebagai bagian dari upacara kematian untuk kalangan tertentu. Bagi masyarakat Sabu, tarian ini dilakukan untuk menjauhkan roh-roh jahat (tolak bala) dan menghantarkan arwah yang meninggal menuju tempat peristirahatan abadi. Selain itu, tarian ini juga dimaksudkan untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan agar tidak berlarut dalam duka. Saat ini, Tari Ledo Hawu tidak hanya ditampilkan pada upacara adat saja, tetapi juga untuk acara penyambutan tamu penting, perayaan, dan pertunjukan seni budaya.

Gerak & Struktur

Tari Ledo Hawu biasanya ditampilkan secara berkelompok atau berpasangan antara penari pria dan wanita. Jumlah penari biasanya terdiri dari 3-5 orang pria dan 3-5 orang wanita. Pertunjukannya biasanya dilakukan dalam 6 babak:

  1. Diawali dengan masuknya para penari ke dalam arena secara terpisah antara pria/wanita menuju ke tengah arena dan membuat formasi melingkar.
  2. Dilanjutkan dengan formasi berpasangan antara pria dan wanita. Penari pria berdiri sambil memainkan pedang, dan penari wanita merendah sambil mengayunkan tangan mereka ke depan dan ke belakang secara bergantian.
  3. Penari pria dan wanita membentuk barisan. Penari pria menari dengan memainkan pedang, dan penari wanita menari dengan gerakan tangan kanan memegang sarung dan tangan kiri diletakkan di pinggang.
  4. Membentuk satu lingkaran. Penari wanita merendah lagi dengan gerakan yang sama dengan sebelumnya, dan penari pria melompat ke dalam dan mundur lagi.
  5. Penari wanita menuju pinggir arena membentuk lingkaran, kemudian merendah dengan gerakan yang sama sambil menyaksikan penari pria yang sedang perang tanding.
  6. Setelah perang tanding selesai, para penari berbaris dan keluar arena dengan gerakan yang sama seperti saat masuk ke arena.

Gerakan Tari Ledo Hawu

Gerakan-gerakan dalam Tari Ledo Hawu terbagi menjadi beberapa jenis. Setiap jenis gerakan tersebut biasanya mewakili setiap babak pertunjukan, namun hal itu tergantung konsep dan variasi yang dibawakan oleh setiap kelompok tari.

  • Penari pria: ede, gedhe, gigi, pejuru
  • Penari wanita: launada, beto, here, peidoi, gepe

Kostum & Properti

Penari dibalut dengan pakaian adat khas Sabu.

  • Penari pria: Menggunakan kain khas "higi huri" yang dikenakan untuk menutupi bagian perut hingga lutut dan digunakan untuk selampang. Bagian kepala menggunakan "dastar (willa hipora)". Dilengkapi dengan "giring-giring (walagiri)", "pedang (hamala)", dan sapu tangan di tangan kiri.
  • Penari wanita: Menggunakan kain khas Sabu "ei" yang diikat sebatas dada dan menutupi kaki. Rambut dikonde khas suku Sabu dan dihiasi dengan "labba". Dilengkapi dengan hiasan seperti "kalung (habas)", "anting (ate-ate)", "gelang (lele)", dan "ikat pinggang (pending)".

Iringan/Musik

  • Gong: Terdiri dari beberapa gong yang dimainkan secara bergantian sehingga menghasilkan nada yang indah.
  • Tabur: Dimainkan untuk melengkapi suara gong sehingga menghasilkan perpaduan irama musik yang enak untuk didengar.

Sumber: https://www.cintaindonesia.web.id/2018/08/tari-ledo-hawu-tarian-tradisional-dari.html

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

Tari Ledo Hawu — Tarian, Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur · source

DISKUSI


TERBARU


Tanjidor

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Musik dan Lagu

Deskripsi Tanjidor adalah musik khas Betawi yang dimainkan secara berkelompok. Namanya berasal dari kata "tanji" yang berarti menabuh dan &#...

Tari Ledo Hawu

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Tarian

Asal-usul Tari Ledo Hawu berasal dari daerah Sabu, Nusa Tenggara Timur. Pada zaman dahulu, tarian ini ditampilkan sebagai bagian dari upacara kemati...

Tari Padoa

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Tarian

Deskripsi Tari Padoa adalah tarian tradisional dari daerah Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang biasanya dilakukan secara massal oleh masyara...

Legenda Ki Agen...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Asal Usul dan Keturunan Ki Ageng Selo, yang nama aslinya adalah Ki Ageng Ngabdurahman Sela, merupakan keturunan dari Prabu Brawijaya, raja terakhir...

Legenda Gunung...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Dewi Kilisuci, putri dari Raja Airlangga yang berkuasa di Kerajaan Kediri, dikenal tidak hanya karena parasnya yang jelita tetapi juga kebija...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...