×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Sulawesi Tenggara

Asal Daerah

Pulau Buton

Malige

Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Malige, juga dikenal sebagai Istana Sultan Buton atau Rumah Adat Buton, merupakan bangunan megah di atas tiang yang seluruhnya terbuat dari kayu. Bangunan ini terdiri dari empat tingkat atau empat lantai, dengan keunikan bahwa ruang lantai pertama lebih luas dari lantai kedua, dan lantai keempat lebih besar dari lantai ketiga. Bentuknya semakin ke atas semakin kecil atau sempit ruangannya, namun lantai keempat sedikit lebih melebar. Istana ini dapat berdiri kokoh dan megah di atas sandi landasannya, meskipun hanya didirikan dengan saling mengait tanpa menggunakan paku, melainkan pasak atau paku kayu.

Struktur & Bagian

  • Jumlah Tiang: Tiang-tiang depan terdiri dari 5 buah yang berjajar ke belakang sampai delapan deret, sehingga jumlah seluruhnya adalah 40 buah tiang.
  • Tiang Utama (Tutumbu): Tiang tengah yang menjulang ke atas, terbuat dari kayu wala da dan semuanya bersegi empat. Untuk rumah rakyat biasa, tiangnya berbentuk bulat dan puncaknya biasanya terpotong.
  • Indikator Kedudukan: Jumlah tiang samping menunjukkan kedudukan pemilik. Rumah dengan 4 tiang samping (3 petak) adalah rumah rakyat biasa. Rumah dengan 6 tiang samping (5 petak) dimiliki oleh pegawai Sultan atau anggota adat Kesultanan Buton. Rumah dengan 8 tiang samping (7 ruangan) adalah khusus untuk rumah Sultan Buton.
  • Lantai Pertama: Terdiri dari 7 petak atau ruangan. Ruangan pertama dan kedua berfungsi sebagai tempat menerima tamu atau ruang sidang anggota Hadat Kerajaan Buton. Ruangan ketiga dibagi dua, untuk kamar tidur tamu dan ruang makan tamu. Ruangan keempat dibagi dua, sebagai kamar anak-anak Sultan yang sudah menikah. Ruang kelima sebagai kamar makan Sultan atau kamar tamu bagian dalam. Ruangan keenam dan ketujuh dari kiri ke kanan dipergunakan sebagai kamar anak perempuan Sultan yang sudah dewasa, kamar Sultan, dan kamar anak laki-laki Sultan yang dewasa.
  • Lantai Kedua: Dibagi menjadi 14 kamar (masing-masing 7 di sisi kanan dan kiri), dengan masing-masing kamar mempunyai tangga sendiri, sehingga total ada 14 tangga. Kamar-kamar ini berfungsi untuk tamu keluarga, kantor, dan gudang. Kamar besar di bagian depan sebagai kamar tinggal keluarga Sultan, dan yang lebih besar lagi sebagai Aula.
  • Lantai Ketiga: Berfungsi sebagai tempat rekreasi.
  • Lantai Keempat: Berfungsi sebagai tempat penjemuran.
  • Dapur: Terdapat bangunan terpisah seperti rumah panggung kecil yang dipergunakan sebagai dapur, dihubungkan dengan gang di atas tiang.

Bahan & Konstruksi

Seluruh bangunan Malige terbuat dari bahan kayu. Pembuatannya tidak memakai paku, melainkan menggunakan pasak atau paku kayu. Tiang-tiang utama terbuat dari kayu wala da yang bersegi empat.

Ciri Khas/Ornamen

  • Ukiran Naga: Terdapat di atas bubungan rumah, melambangkan kebesaran kerajaan Buton.
  • Ukiran Buah Nenas: Tergantung pada papan lis atap dan di bawah kamar-kamar sisi depan. Melambangkan bahwa hanya ada satu Sultan di dalam kerajaan Buton (karena dalam tangkai nenas hanya tumbuh sebuah nenas). Bunga nenas bermahkota berarti yang berhak dipayungi dengan payung kerajaan hanya Sultan Buton. Buah nenas yang bibitnya tumbuh dari rumpunnya (bukan dari biji) melambangkan bahwa kesultanan Buton bukan sebagai pusaka anak-beranak yang dapat diwariskan kepada anak sendiri.

Asal

Bangunan Malige yang asli masih ada di Pulau Buton dan merupakan peninggalan budaya bersejarah dari bekas kesultanan Buton. Anjungan Sulawesi Tenggara di Taman Mini Indonesia Indah yang merupakan tiruan Malige, dibangun sejak tahun 1973 dan diresmikan pada tahun 1975, dengan perancangnya adalah orang-orang adat dari bekas kesultanan Buton.

Sumber: https://budayaindonesiaaa.wordpress.com/2014/12/21/rumah-adat-buton

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Saup Baing

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Senjata dan Alat Perang

Deskripsi Saup Baing adalah gagang parang yang dibuat dengan model khas Dayak Kenyah. Produk ini berasal dari Desa Wisata Metun Sajau, Kabupaten Bul...

Lapis India Kha...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Lapis India adalah cemilan manis khas Banjarmasin yang memiliki rasa manis yang berbeda dari kue lapis lainnya. Kue ini menggunakan gula m...

Kain Endek Bali

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Motif Kain

Deskripsi Kain Endek adalah salah satu warisan budaya Indonesia, khususnya dari Bali. Kain ini merupakan kain tenun premium. Penggunaan Seragam k...

Kisah Syekh Jam...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Syekh Jambu Karang, yang nama mudanya adalah Raden Mundingwangi, merupakan putra mahkota Raja Pajajaran I dari Jawa Barat. Seharusnya ia dino...

Madu Kelulut

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Pengobatan dan Kesehatan

Deskripsi Madu Kelulut berasal dari Desa Wisata Metun Sajau, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Madu ini memiliki khasiat untuk tubuh, terutama d...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...