|
|
|
|
|
|
Masjid Jami Taluk Bukittinggi Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Masjid Jami Taluk dibangun pada tahun 1860 M oleh Haji Abdul Majid. Terdapat tiga kolam, yang disebut luhak dalam bahasa setempat, di bagian luar masjid. Kolam-kolam ini digunakan untuk mengambil wudu dan biasanya dihuni oleh berbagai jenis ikan air tawar. Luhak terbesar disebut Taluk, yang menjadi asal nama lain masjid ini.
Masjid ini berlokasi sekitar 5 km dari Masjid Gadang Bukittinggi, mengarah ke Padang Luar.
Bangunan utama masjid berukuran 13x13 meter, namun luas keseluruhan kompleks masjid, termasuk halaman, belum diketahui.
Konstruksi utama masjid terbuat dari kayu dengan atap ijuk, berbentuk panggung setinggi satu meter di atas permukaan tanah. Struktur panggung ini membantu mencegah pelapukan kayu akibat kelembaban tanah. Masjid memiliki serambi berukuran panjang 13 meter dan lebar 3 meter, dilengkapi dinding dan jendela, dengan tangga masuk di ujung kiri dan kanan. Ruang salat memiliki atap berbentuk joglo, mirip dengan joglo Jawa namun dengan kemiringan yang lebih tajam. Atap piramidal ini terdiri dari tiga tingkat, dengan celah antar tingkatan untuk ventilasi atau jendela, memberikan kesan megah dan cocok untuk iklim tropis. Masjid ini juga dilengkapi minaret yang indah dengan hiasan corak Arabesque, berlokasi di depan-tengah sejajar dengan mihrab. Minaret terbagi menjadi tiga bagian: bagian bawah segi delapan dengan hiasan plengkung patah mati Persia, bagian kedua berbentuk lingkaran yang semakin ke atas semakin kecil dengan hiasan kaligrafi dan Arabesque, serta bagian ketiga segi delapan tanpa dinding seperti cungkup. Terdapat balkon melingkar antara bagian bawah dan kedua, serta pada bagian kedua dan ketiga. Atap minaret bertutup kubah bawang dengan tritisan segi delapan, mirip masjid kuno di India, namun dengan bentuk yang lebih runcing disesuaikan dengan selera masyarakat Minang. Di sisi kiri dan kanan masjid terdapat unit lateral yang kemungkinan berfungsi sebagai madrasah atau surau. Di sebelah utara, terdapat bangunan beratap ijuk runcing seperti tanduk, diduga sebagai lumbung. Keberadaan lumbung, luhak, dan surau dalam kompleks masjid melambangkan hubungan erat antara agama dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat setempat.
Meskipun Masjid ini dibangun oleh H. Abdul Majid, identitas arsitek atau perancang bangunan ini belum diketahui hingga saat ini.
Sumber: http://melayuonline.com/ind/history/dig/304/masjid-jami-taluk-bukittinggi
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |