|
|
|
|
|
|
Masjid Tua Palopo Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Masjid Tua Palopo merupakan masjid Kerajaan Luwu yang didirikan pada tahun 1604 M oleh Raja Luwu Datu Payung Luwu XVI Pati Pasaung Toampanangi Sultan Abdullah Matinroe. Masjid ini diberi nama 'Tua' karena usianya yang sudah tua, dan nama 'Palopo' diambil dari bahasa Bugis dan Luwu yang berarti penganan dari campuran nasi ketan dan air gula, atau memasukkan pasak dalam lubang tiang bangunan. Makna-makna ini terkait dengan proses pembangunannya. Masjid ini selalu ramai dengan jemaah, terutama di bulan Ramadhan, tidak hanya dari Kota Palopo tetapi juga dari kabupaten tetangga seperti Luwu, Luwu Utara, Sidrap, dan Wajo. Tiang utama masjid terbuat dari pohon Cinaduri, dan dinding temboknya menggunakan campuran putih telur. Masyarakat Palopo memiliki kepercayaan bahwa menyentuh tiang utama masjid ini merupakan penanda resmi menginjakkan kaki di kota tersebut, dan bagi perantau dipercaya akan terhindar dari kesulitan atau kematian di perantauan jika memegang atau menyimpan potongan kayu penyangga masjid.
Arsitektur Masjid Tua Palopo sangat unik, memadukan empat unsur penting: lokal Bugis, Jawa, Hindu, dan Islam.
Unsur ini terlihat pada struktur bangunan masjid secara keseluruhan yang terdiri dari tiga susun, mengikuti konsep rumah panggung.
Unsur ini terlihat pada bagian atap, yang dipengaruhi oleh atap rumah joglo Jawa yang berbentuk piramida bertumpuk tiga, atau sering disebut tajug. Dua tumpang atap bagian bawah disangga oleh empat tiang (sokoguru). Atap piramida paling atas disangga oleh kolom tunggal dari kayu cinna gori (Cinaduri) berdiameter 90 sentimeter. Puncak atap masjid dihiasi keramik biru yang diperkirakan berasal dari Cina.
Unsur ini terlihat pada denah masjid yang berbentuk segi empat, yang dipengaruhi oleh konstruksi candi. Pada dinding bagian bawah terdapat hiasan bunga lotus, mirip dengan Candi Borobudur, dan pada dinding bagian atas terdapat motif alur yang mirip hiasan candi di Jawa.
Unsur ini terlihat pada jendela masjid, di mana terdapat lima terali besi berbentuk tegak yang melambangkan jumlah shalat wajib dalam sehari semalam.
Masjid Tua Palopo terletak di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.
Kota Palopo berjarak 390 km di sebelah utara Kota Makassar. Perjalanan dari Kota Makassar dapat ditempuh dengan mobil pribadi atau angkutan umum seperti mobil panther, kijang, dan bus.
Pengunjung tidak dipungut biaya masuk.
Sumber: http://portalbugis.wordpress.com/travel/sejarah/mesjid-tua-palopo
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |