|
|
|
|
|
|
Mentiko Betuah Tanggal 23 Sep 2026 oleh Kyas1 . |
Dahulu kala, di Kerajaan Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam, hiduplah seorang pangeran bernama Rohib. Ia adalah anak tunggal raja dan ratu yang sangat dimanjakan, sehingga tumbuh menjadi pemuda yang manja. Raja menyekolahkan Rohib, namun karena kemanjaannya, Rohib tidak bisa menyelesaikan studinya tepat waktu. Raja sangat marah dan menyadari kesalahannya. Untuk memberinya pelajaran, raja memerintahkan Rohib meninggalkan istana untuk menjadi pedagang, hanya diberi modal uang untuk berdagang, dan tidak boleh kembali sebelum menjadi kaya. Rohib sedih, namun berjanji akan menjadi pedagang hebat. Dalam perjalanannya, Rohib tiba di sebuah desa. Ia melihat anak-anak berusaha menembak burung dengan ketapel. Rohib menghentikan mereka dan memberikan uang agar tidak menyakiti burung. Kemudian, ia melihat beberapa pria menyiksa ular dan kembali menghentikan mereka dengan memberikan uang. Ia terus memberikan uang kepada orang-orang yang menyiksa hewan, hingga uangnya habis. Rohib khawatir karena tidak bisa menjadi pedagang tanpa uang, dan takut pulang. Rohib pergi ke hutan tanpa tujuan. Saat beristirahat di bawah pohon besar, seekor ular raksasa mendatanginya. Rohib ketakutan, namun ular itu berkata, “Jangan khawatir, anak muda. Aku tidak akan memakanmu.” Rohib terkejut karena ular itu bisa bicara. Ular itu memperkenalkan diri sebagai raja ular di hutan dan berterima kasih karena Rohib telah menolong banyak hewan. Sebagai hadiah, ia memberikan sebuah batu ajaib bernama Mentiko Betuah yang bisa mengabulkan segala keinginan. Ular itu kemudian menghilang ke dalam hutan. Rohib sangat gembira. Ia meminta Mentiko Betuah memberinya banyak uang, lalu pulang dan memberitahu ayahnya bahwa uang itu adalah hasil dagangannya. Rohib menyimpan Mentiko Betuah dengan hati-hati. Ia kemudian pergi ke tukang emas untuk membuat cincin dari batu ajaib itu. Namun, tukang emas mencuri Mentiko Betuah. Beruntung, Rohib telah berteman dengan hewan-hewan. Ia meminta kucing, anjing, dan tikus membantunya menemukan Mentiko Betuah. Anjing melacak bau tukang emas hingga menemukan persembunyiannya. Namun, rumah itu terkunci, hanya tikus yang cukup kecil untuk masuk melalui lubang kecil di pintu. Setelah menunggu sebentar, tikus keluar dan berkata tidak menemukan batu ajaib itu. Mereka semua kembali ke istana. Kucing dan anjing tidak tahu bahwa tikus sebenarnya telah menemukan Mentiko Betuah dan menyembunyikannya di mulutnya. Tikus kemudian memberikan Mentiko Betuah kepada pangeran. Rohib sangat bahagia dan menyebut tikus sebagai pahlawan. Kucing dan anjing cemburu dan marah karena merasa ditipu. Menurut penduduk setempat, itulah sebabnya sampai sekarang kucing dan anjing selalu berusaha menangkap tikus.
Sumber: http://ceritarakyat.50webs.com/Cerita%20rakyat_Indonesian%20folklore_Aceh_Mentiko%20Betuah.htm
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |