|
|
|
|
|
|
Warige Tanggal 23 Sep 2026 oleh Kyas1 . |
Warige adalah sebuah acuan dalam melihat pertanda dan perilaku tertentu dengan berpatokan pada gejala bintang, tanaman, dan hewan yang diterapkan secara konsisten oleh Masyarakat Adat Sasak di Lombok. Sistem ini merupakan pengetahuan tradisional mengenai ilmu astronomi secara tradisional. Dengan membaca tanda-tanda tersebut, pembaca warige dapat memprediksi kondisi cuaca dan perubahan musim. Hasil pembacaan warige ini kemudian menjadi panduan masyarakat untuk berbagai aktivitas, termasuk bercocok tanam, menentukan waktu ritual seperti nunas nede (ritual sambut musim tanam) dan bau nyale (ritual menyambut kemunculan cacing laut), serta menentukan hari pernikahan. Sistem ini berdasarkan pada perhitungan bintang, bulan, termasuk membaca tanda alam. Karena kerumitannya, tidak semua orang memahami cara kerja sistem ini.
Masyarakat Suku Sasak menggunakan Warige untuk berbagai keperluan:
Warige juga melibatkan penggunaan alat hitung tradisional berupa papan-papan persegi panjang dengan sejumlah titik di bidangnya. Titik-titik ini berfungsi sebagai 'tanda baca' bagi pembaca warige untuk menentukan musim tanam, masa panen, pelaksanaan hari perkawinan, hingga memprediksi hujan dan angin.
Seorang mahasiswa ilmu komputer, Angga Putradi, berupaya mentransformasikan pengetahuan warige ke dalam platform digital. Proyek ini bertujuan untuk melestarikan tradisi warige yang kini semakin minim dipahami masyarakat. Dalam prosesnya, Angga mendokumentasikan penerapan warige, mencatat penyebutan bulan-bulan adat beserta maknanya, serta membandingkan tanda-tanda bintang dalam warige dengan data BMKG. Hasil ujicoba menunjukkan kesamaan antara prediksi warige digital dengan kondisi cuaca aktual, menegaskan bahwa pengetahuan modern sebenarnya berangkat dari pengetahuan masa lalu leluhur dengan bahasa dan medium yang berbeda. Versi digital Warige ini juga melibatkan pemuda adat dalam pengumpulan data sebagai upaya penyadaran akan pentingnya warisan leluhur.
Warige adalah produk budaya yang sarat makna dan identitas bagi Masyarakat Sasak di Lombok. Pengetahuan lokal seperti warige kerap menjadi penyelamat ketika pengetahuan modern tidak mampu menjawab persoalan. Misalnya, kemampuan masyarakat menanam tanaman pangan yang sesuai kondisi di tempat kering atau tadah hujan, menunjukkan kearifan lokal dalam menghadapi tantangan lingkungan. Pelestarian kearifan lokal seperti warige ini tetap bertahan karena adanya penutur, komunitas pelaksana, dan situs tempat ritual berlangsung.
Sumber: https://mongabay.co.id/2025/03/06/mengenal-warige-ilmu-astronomi-masyarakat-adat-sasak
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |