|
|
|
|
|
|
Misteri Gunung Lipan Kalimantan Tanggal 10 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Gunung Lipan terletak di pinggir Sungai Mahakam, di jalur perjalanan Samarinda - Balikpapan, dan memiliki restoran bernama Lipan Hills dengan tanjakan berkelok-kelok. Meski namanya kurang dikenal generasi muda, tempat ini menyimpan banyak cerita misteri dan dikenal sebagai perkampungan makhluk halus bertubuh kerdil. Di celah gunung, terdapat air terjun yang konon sangat segar airnya.
Gunung Lipan dihuni oleh makhluk halus bertubuh kerdil yang sering berkeliaran dan kadang berbaur dengan warga setempat. Mereka memiliki kehidupan layaknya manusia, berkeluarga dengan suami, istri, dan anak-anak. Makhluk ini cenderung cepat menghilang ke hutan jika keberadaan mereka diketahui dan tidak tahan berlama-lama berbaur dengan manusia, terutama jika di rumah manusia terdapat kitab suci Al-Quran karena mereka merasa kepanasan. Namun, mereka pada dasarnya tidak mengganggu dan sering memberikan hadiah yang dapat berubah menjadi barang berharga seperti berlian atau emas murni.
Pak Imbran, seorang warga asli daerah Gunung Lipan yang kini tinggal di Loa Hui, pernah mengalami kejadian aneh saat mencari rotan di hutan. Kala itu hujan gerimis, ia melihat seorang putri terbang dan turun di batu dekat air terjun. Putri tersebut melepas selendang dan baju luarnya yang hijau gemerlap sebelum mandi di air terjun. Selendang dan bajunya dijaga oleh puluhan lipan berukuran besar, berwarna cokelat kehitam-hitaman.
Almarhum Haji Umbah Ramli, mantan Kepala Kampung Harapan Baru, pernah mengalami kejadian mistis. Suatu hari ia dihadang dan digiring ke acara pernikahan di Gunung Lipan. Meskipun tidak mengenal pengundangnya, ia merasa akrab dengan keluarga tersebut. Setelah pesta, ia diantar pulang ke pinggir jalan besar. Keesokan harinya, saat ingin kembali ke lokasi pesta bersama beberapa warga, tempat tersebut hanya berupa hutan dan semak belukar. Mereka mencium aroma masakan, lalu dikelilingi puluhan hingga ratusan lipan berukuran besar, membuat mereka takut dan pulang.
Dahulu, setiap setahun sekali diadakan tradisi Pelas Kampung di daerah ini dengan memberikan sesaji kepada makhluk tak terlihat. Tujuannya adalah agar manusia yang tinggal di sana tidak diganggu oleh makhluk gaib. Meskipun banyak kisah misteri dan sejarah mistis di Samarinda, termasuk Gunung Lipan, sebagian besar mulai terlupakan seiring pesatnya kehidupan manusia modern.
Sumber: https://www.anehdidunia.com/2013/03/misteri-gunung-lipan-kalimantan.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |