|
|
|
|
|
|
Panggung Sanggabuwana Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Panggung Sanggabuwana adalah sebuah menara tembok bersudut delapan. Tingginya kira-kira setara dengan rumah bertingkat lima. Bagian atasnya lebih kecil dari bagian dasar dan dikelilingi oleh dua teras berpagar. Terdapat jam yang menghadap ke utara, namun saat ini tidak berfungsi. Atapnya berbentuk seperti topi, dan di puncaknya terdapat patung seseorang dengan busur terentang yang menaiki naga terbang. Patung ini merupakan candra sengkala yang berbunyi naga muluk tinitihan janma.
Mitos yang berkembang menyebutkan bahwa menara ini menjadi tempat pertemuan Raja-raja Surakarta dengan sosok astral penguasa Laut Selatan, Nyi Roro Kidul atau Kanjeng Ratu Kidul. Namun, ada spekulasi lain bahwa Panggung Sanggabuwana dibangun untuk tujuan strategis, yaitu untuk mengamati pergerakan pasukan Belanda yang bermarkas di Benteng Vastenburg di utara Keraton. Benteng Vastenburg sendiri dibangun pada tahun yang sama dengan Keraton Surakarta, yakni tahun 1745, dan berjarak beberapa ratus meter di utara Gapura Gladag. Keberadaan Panggung Sanggabuwana mencerminkan hubungan antara Keraton dan Belanda saat itu, yang dipenuhi kerja sama sekaligus kewaspadaan. Setelah kemerdekaan, Panggung Sanggabuwana berfungsi sebagai tempat meditasi dan tidak ada yang diizinkan masuk atau naik ke puncaknya tanpa izin dari Sinuhun.
Keraton Surakarta dibangun pada tahun 1745 setelah pindah dari Keraton Kartasura yang hancur karena serangan musuh. Seorang komandan pasukan Belanda, Mayor Hongendorf, terlibat dalam pemilihan lokasi Keraton baru. Pada tahun yang sama, Belanda membangun Benteng Vastenburg. KGPH Poeger, salah satu putra Sinuhun PB XII, menyatakan bahwa Panggung Sanggabuwana dibuat sebagai menara pengintai untuk memata-matai aktivitas Belanda setelah mereka membangun benteng dekat Keraton.
Sumber: https://www.soerakarta.id/napak-tilas/161751526/panggung-sanggabuana-alat-mata-mata-keraton-surakarta-yang-tersembunyi-di-balik-mitos
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |