×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Naskah Kuno dan Prasasti

Elemen Budaya

Naskah Kuno dan Prasasti

Provinsi

Jawa Timur

Asal Daerah

Desa Satriyan, Kec. Kanigoro, Kab. Blitar

Prasasti Maguhan

Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Lokasi dan Rute

Prasasti Maguhan terletak di Desa Satriyan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Untuk mencapai lokasi ini, dapat berpatokan dari bundaran simpang empat Kanigoro, lalu menuju ke selatan (Jalan Manukwari) ke arah Lodoyo/Sutojayan. Setelah melewati papan reklame di selatan jembatan Lodagung, belok kiri pada jalan bergapura dan ikuti hingga menemukan cungkup makam Mbah Maguto di kiri jalan.

Deskripsi Fisik

Prasasti Maguhan terbuat dari batu dengan tinggi 65.5 cm, lebar 43 cm, dan tebal 16 cm. Prasasti ini berisi tiga baris aksara Jawa Kuno dan telah bertransformasi menjadi maesan (nisan) makam Mbah Maguto. Kondisi prasasti ini terawat karena telah didirikan bangunan pelindung di sekelilingnya yang juga berfungsi sebagai palenggahan bagi para peziarah.

Isi/Kandungan

Prasasti Maguhan berisi tiga baris aksara berbahasa Jawa Kuno yang ditulis dengan aksara Jawa Kuno (Kawi). Pembacaan prasasti oleh peneliti Arlo Griffiths adalah: bañu gunuṃśūnyaṃ vvaṃ (manra)ho.

  • Baris pertama dan kedua: “bañu gunuṃśūnyaṃ vvaṃ” adalah sengkalan yang dapat ditafsirkan menjadi angka tahun 1074 Saka (1152 Masehi). Sengkalan ini juga membentuk makna falsafi mendalam "air gunung kesunyian tempat orang belajar", yang menunjukkan manusia dapat belajar dari alam sekitar.
  • Baris ketiga: “(manra)ho” memiliki arti "orang belajar".

Nilai Sejarah

Angka tahun 1074 Saka yang tertera pada prasasti ini setara dengan tahun 1152 Masehi, yang masuk dalam era berkuasanya Kerajaan Kadhiri periode pemerintahan Raja Jayabaya. Sengkalan pada prasasti ini memiliki makna falsafi yang mendalam, mengajarkan bahwa manusia dapat belajar dari alam sekitar.

Riwayat Pelestarian

Laporan awal mengenai Prasasti Maguhan tercatat dalam OV 1914 dan ROD 1915, yang menyebutkan prasasti ini berada di bawah pohon beringin di tepi Sungai Glondong dan memuat angka tahun 1034 Saka. Laporan OV 1920 menyebutkan angka tahun 1014 Saka. Pembacaan angka tahun yang tepat, 1074 Saka, baru diperoleh dalam laporan OV 1923. Prasasti ini juga termuat pada laporan penelitian Nakada tahun 1982, dan pada 24 November 2012 peneliti Arlo Griffiths melakukan penelitian pada prasasti ini.

Sumber: https://travellersblitar.com/prasasti-maguhan-blitar

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Gending Ayak-ay...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Musik dan Lagu

Deskripsi Gending Ayak-ayak dikenal dengan ritme yang dinamis serta kaya akan unsur-unsur filosofis yang mendalam, menggambarkan berbagai aspek kehi...

Kopi Tatungkuik

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kopi Tatungkuik merupakan tradisi minum kopi unik dari Malalak, Sumatera Barat, yang penyajiannya khas karena gelasnya diletakkan terbalik...

Masjid Ishlah

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Masjid Ishlah adalah masjid yang terletak di Nagari Tuo Pariangan, sekitar 50 meter dari jalan utama Padang Panjang, Batusangkar. Masjid i...

Tari Kuda Lumpi...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Tarian

Asal-usul Tari Kuda Lumping atau Jathilan sudah ada sejak zaman primitif dan awalnya digunakan sebagai sarana upacara ritual yang bersifat magis. Pa...

Tari Walkey

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Tarian

Asal-usul Tari Walkey berasal dari Pulau Letti, Maluku Barat Daya. Fungsi & Makna Tarian ini berfungsi sebagai ungkapan syukur kepada leluhur...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...