|
|
|
|
|
|
Pulau Dedap Durhaka Tanggal 23 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Pulau Dedap Durhaka dikenal dengan legenda seorang anak yang merantau meninggalkan ibunya. Setelah menjadi kaya, ia malu dan tidak mengakui status ibunya, mirip dengan cerita rakyat Malin Kundang. Akibatnya, Dedap dikutuk oleh ibunya, menyebabkan kapal yang ia tumpangi diterjang angin dan badai hingga tenggelam. Kapal tersebut berisi Dedap, istrinya, para hulubalang, dan semua kekayaannya. Setelah kapal tenggelam, muncul sebuah pulau yang bentuknya menyerupai kapal, yang kemudian disebut Pulau Dedap atau lebih dikenal dengan Pulau Dedap Durhaka. Di pulau ini terdapat sebatang pohon pelam atau mangga yang diyakini sebagai penjelmaan orang tua Dedap yang menyesali kutukannya. Buah pelam dari pohon ini unik, bagian atasnya manis dan bagian bawahnya asam. Rasa asam melambangkan perasaan sakit hati dan marah sang ibu karena tidak diakui, sedangkan rasa manis melambangkan sikap ayah yang memaafkan anaknya.
Masyarakat setempat mempercayai bahwa di Pulau Dedap tinggal orang bunian atau makhluk halus. Dahulu, saat warga sering berbelanja ke Malaysia dan Singapura, mereka sering melintasi gugusan Pulau Dedap dan melihat bangunan masjid megah yang sebenarnya tidak ada. Ada juga warga yang mengaku dari Pulau Dedap membeli seng berkodi-kodi di Malaysia, padahal tidak ada bangunan seng di sana. Konon, perkampungan pernah dibuka di pulau ini oleh 7 orang dari Kerajaan Siak, beberapa di antaranya bisa berkomunikasi dengan orang bunian. Terjadi kesepakatan antara pembuka kampung dengan orang bunian untuk tetap tinggal di pulau yang kini tak berpenghuni itu. Mereka menemukan pohon dedap berduri yang didiami oleh orang bunian, dan membuat perjanjian untuk melanjutkan niat membuka kampung.
Pulau Dedap merupakan gugusan pulau kecil tak berpenghuni yang telah masuk dalam Peta Wisata Kabupaten Meranti. Pemandangan Pulau Dedap dari kapal kecil di selat menawarkan keindahan pantai pasir putih dan air laut yang biru. Kawasan Merbau, Kepulauan Meranti, memancarkan suasana khas pesisir dengan budaya Melayu yang kuat. Pengunjung perlu memperhatikan kondisi gelombang dan cuaca saat berlayar dengan kapal kecil.
Untuk mencapai Pulau Dedap Durhaka, ada dua jalur yang bisa ditempuh:
Sumber: https://www.riaumagz.com/2018/04/menguak-misteri-dan-pesona-wisata-pulau.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Pulau Dedap Durhaka — Cerita Rakyat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |