|
|
|
|
|
|
Pura Luhur Batukaru Tanggal 31 Jul 2026 oleh Kyas1 . |
Pura Luhur Batukaru adalah salah satu pura penting bagi umat Hindu di Bali, yang lokasinya terpencil di tengah hutan di lereng Gunung Batukaru. Suasana alamnya tenang, damai, dan indah, menjadikannya salah satu objek wisata di Kabupaten Tabanan. Akses menuju pura dapat dijangkau oleh kendaraan roda empat, mobil, bahkan bus berbadan besar.
Pura Luhur Batukaru terletak di desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali, di lereng sebelah Selatan Gunung Batukaru. Jarak dari kota Denpasar sekitar satu jam berkendara. Lokasi ini sering dikemas dalam paket tur bersama objek wisata lain di daerah Tabanan, seperti sawah berundak Jatiluwih, Bali Butterfly Park, pemandian air panas Belulang, Penatahan, dan Angseri, serta Danau Beratan Bedugul atau Tanah Lot.
Pura Luhur Batukaru diperkirakan dibangun pada abad ke-11 oleh Mpu Kuturan, meskipun bukti sejarahnya minim. Dalam lontar Kusuma Dewa, pura ini termasuk dalam bagian dari Sad Kahyangan Jagat yang digagas oleh Mpu Kuturan. Pura ini sempat dirusak pada tahun 1605 Masehi oleh pasukan kerajaan Buleleng yang dipimpin oleh Ki Barak Gusti Ngurah Panji Sakti ketika mereka menyerang kerajaan Tabanan, namun pasukan tersebut mundur karena diserang ribuan tawon. Pelinggih di pura sempat rusak total lalu diperbaiki pada tahun 1959 dan dilanjutkan pada tahun 1977 dengan adanya perhatian pemerintah untuk pembangunan pura hingga bentuknya yang sekarang.
Pura Luhur Batukaru adalah tempat penting bagi umat Hindu untuk bersembahyang dan termasuk sebagai enam pilar (Sad Kahyangan Jagat) pura di Bali. Di tempat ini dipuja Sang Hyang Dewa Mahadewa, manifestasi Tuhan yang menumbuhkan dan memelihara tumbuh-tumbuhan atau disebut juga sebagai Hyang Tumuwuh. Tempat ini sangat cocok untuk menenangkan diri karena nuansanya yang tenang dan jauh dari polusi.
Di Komplek Pura Luhur Batukaru, terdapat sejumlah pelinggih. Sebelum menuju areal utama Pura Luhur Batukaru, umat Hindu melakukan persembahyangan di beberapa pelinggih. Pura Luhur Batukaru juga dilengkapi dengan berbagai sarana memadai seperti tempat parkir, toilet, dan wantilan.
Pujawali atau odalan di Pura Luhur Batukaru diadakan setiap 6 bulan sekali (210 hari) sesuai kalender Bali, tepatnya sehari setelah Hari Raya Galungan pada hari Kamis (Wraspati), Umanis, wuku Dungulan. Tradisi uniknya, upacara keagamaan baik besar maupun kecil tidak pernah menggunakan Pedanda (Pendeta) melainkan hanya dipuput (dipimpin) oleh Pemangku atau Jero Kubayan. Terdapat juga pantangan bagi anak kecil yang belum tanggal gigi (ketus gigi) untuk bersembahyang ke dalam pura.
Sumber: https://www.balitoursclub.net/pura-luhur-batukaru
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |