×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Asal Daerah

Desa Tonja, Kecamatan Denpasar Timur, Kabupaten Badung, Bali

Pura Maospahit Tatasan Tonja

Tanggal 23 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Pura Maospahit Tatasan Tonja adalah sebuah pura di Desa Tonja, Kecamatan Denpasar Timur, Kabupaten Badung, Bali. Meskipun bukan pura yang besar, pura ini memiliki keistimewaan secara arkeologis. Nama "Maospahit" merupakan penghalusan dari "Majapahit" yang bersifat filosofis-religius. Pura ini sangat mudah dijangkau, hanya 2,5 km ke arah laut dari pusat kota Denpasar. Sebelum menjadi pura, lokasi ini kemungkinan sudah menjadi tempat suci pemujaan arwah nenek moyang pada masa prasejarah, terbukti dengan adanya unsur-unsur megalitik.

Struktur & Bagian

Pura ini terdiri dari dua halaman, yaitu halaman depan (jabaan) dan halaman belakang (jeroan) yang merupakan halaman utama. Susunan ini menyerupai candi-candi di Jawa Timur.

  • Jabaan: Untuk memasuki jabaan, pengunjung harus melewati gerbang berbentuk candi belah atau candi bentar.
  • Jeroan: Untuk menuju jeroan dari jabaan, pengunjung melalui kori agung berbentuk paduraksa. Di dalam jeroan terdapat berbagai bangunan dan benda suci seperti tajuk, gedong, bale, padmasana, pelinggih, dan kori.
  • Meja Batu: Terbuat dari batuan jenis tuva breksi, monolit berwarna hitam, berbentuk bulat, berkaki, bercerat, dan terletak di atas bebatuan berhiaskan kepala Banaspati, bunga teratai, dan gajah. Meja batu ini tidak umum di pura dan berasal dari masa prasejarah.
  • Padupaan: Terletak di samping meja batu.
  • Prasada: Bangunan pokok pura ini memiliki denah segi empat bujur sangkar, terdiri dari kaki, badan, dan atap yang meruncing dan bertingkat. Bahannya dari batu-bata (tipe Majapahit), batu padas, dan batu karang. Tingginya 7,60 m dengan denah 2,20 x 2,20 m. Ruang badannya (garbhadhatu) memiliki pintu kayu berhiaskan pepatraan, kekarangan, serta porselin berupa piring dan mangkuk yang disisipkan. Hiasan pintu dengan gambar singa, burung, dan kepala raksasa ditafsirkan sebagai candra sangkala tahun 1295 Saka atau 1373 Masehi.
  • Batu Pesiraman: Pepalungan batu berbentuk agak lonjong yang ditaruh di sebelah barat laut meja batu, di atas bebaturan bata rendah. Ini adalah dolmen dari tradisi megalitik.
  • Kolam: Berada di jeroan, diasosiasikan dengan lautan susu tempat tirta amerta bersemayam, atau sebagai tempat pemandian bidadari menurut keyakinan masyarakat setempat.

Fungsi & Filosofi

Pura Maospahit Tatasan Tonja pada dasarnya berfungsi sebagai tempat peribadatan agama Hindu-Bali. Sebagai "monumen hidup" (living monument), bangunan ini masih berfungsi sesuai tujuan awalnya. Selain sebagai tempat ibadah, pura ini juga dapat digunakan sebagai sasana wisata budaya selama tidak mengganggu kepentingan keagamaan.

Lintasan Sejarah

Pura ini menunjukkan kesinambungan budaya, dengan ditemukannya unsur-unsur masa prasejarah seperti meja batu dari tradisi megalitik. Hal ini mengindikasikan bahwa situs ini mungkin telah menjadi tempat suci sebelum dibangun sebagai pura. Nama Maospahit mengingatkan pada Kerajaan Majapahit, yang diketahui telah mempersatukan Bali dan memengaruhi budaya Bali. Adanya candra sangkala yang merujuk pada tahun 1373 Masehi menunjukkan kemungkinan pura ini dibangun pada masa kekuasaan Majapahit (abad 14-15 M) dan terus berfungsi hingga sekarang.

Pelestarian dan Pendayagunaan

Mengingat pentingnya pura ini sebagai cagar budaya dan ancaman kerusakan, Depdikbud melalui UPT Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Propinsi Bali telah melakukan pemugaran pada tanggal 14 Juni 1988. Sebagai "living monument", pemeliharaannya diserahkan kepada masyarakat setempat, khususnya para penyungsung yang menggunakannya sebagai tempat ibadah.

Sumber: http://uun-halimah.blogspot.com/2007/12/pura-maospahit-tatasan-tonja.html

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Gending Ayak-ay...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Musik dan Lagu

Deskripsi Gending Ayak-ayak dikenal dengan ritme yang dinamis serta kaya akan unsur-unsur filosofis yang mendalam, menggambarkan berbagai aspek kehi...

Tari Kuda Lumpi...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Tarian

Asal-usul Tari Kuda Lumping atau Jathilan sudah ada sejak zaman primitif dan awalnya digunakan sebagai sarana upacara ritual yang bersifat magis. Pa...

Masjid Ishlah

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Masjid Ishlah adalah masjid yang terletak di Nagari Tuo Pariangan, sekitar 50 meter dari jalan utama Padang Panjang, Batusangkar. Masjid i...

Kopi Tatungkuik

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kopi Tatungkuik merupakan tradisi minum kopi unik dari Malalak, Sumatera Barat, yang penyajiannya khas karena gelasnya diletakkan terbalik...

Piramida Mini P...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Piramida mini yang dimaksud terletak di area kompleks Taman Purbakala Pugung Raharjo. Situs ini merupakan situs arkeologi yang berlokasi d...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...