|
|
|
|
|
|
Putri Hijau Tanggal 23 Sep 2026 oleh Kyas1 . |
Dahulu kala, di tengah peperangan yang melanda Selat Malaka, di tepian Sungai Deli, hiduplah legenda seorang putri bernama Putri Hijau. Ia dikenal karena kecantikannya yang memancarkan cahaya hijau misterius. Putri Hijau tinggal di desa Siberaya, dekat Sungai Petani, bersama dua saudaranya: naga perkasa bernama Ular Simangombus dan meriam ajaib bernama Meriam Puntung. Suatu pagi, penduduk desa khawatir karena kekurangan makanan untuk Ular Simangombus dan diri mereka sendiri. Putri Hijau memutuskan bahwa mereka harus pindah ke tempat yang damai. Mereka kemudian pindah ke Deli Tua, membangun benteng megah di atas bukit. Kerajaan baru mereka berkembang dengan musik, kemakmuran, dan harmoni. Kecantikan Putri Hijau terdengar hingga ke Aceh. Raja Aceh yang terpesona mengirim utusan untuk melamar sang putri. Namun, Putri Hijau menolak lamaran tersebut, menyatakan bahwa ia bukanlah hadiah dan hanya akan menikah berdasarkan cinta dan rasa hormat. Raja Aceh murka dan menyerang Deli Tua. Benteng mereka kuat, namun musuh menggunakan tipuan dengan melontarkan emas ke istana. Saat para penjaga lengah karena emas, musuh berhasil masuk. Meriam Puntung ditembakkan tetapi akhirnya retak dan berhenti berfungsi. Di tengah kekacauan, Ular Simangombus muncul dan meminta Putri Hijau untuk naik ke punggungnya demi menyelamatkan diri. Putri Hijau khawatir dengan nasib rakyatnya, tetapi sang naga bersikeras bahwa ia harus bertahan hidup. Naga itu terbang ke langit lalu menyelam ke laut. Ada yang percaya mereka menemukan perlindungan di bawah air, di alam tersembunyi dekat Pulau Berhala. Kisah lain mengatakan Putri Hijau sempat ditangkap oleh Raja Aceh. Namun, bahkan dalam belenggu, ia berbisik bahwa jika itu adalah takdirnya, ia akan menerimanya dengan anggun, tetapi jika langit masih melihat keadilan, semoga mereka membawanya pulang. Dan memang demikian, saudara naganya kembali, melepaskan amarahnya untuk membebaskan sang putri. Bersama-sama, mereka menghilang, tidak pernah terlihat lagi. Raja Aceh kembali tanpa emas, kemuliaan, dan dengan hati yang berat.
Pesan-pesan moral dari legenda Putri Hijau adalah:
Legenda Putri Hijau berasal dari folklore Melayu, berakar di wilayah sekitar Sungai Deli dan Sungai Petani, yang saat ini berada di Sumatera Utara.
Sumber: https://indonesianfolklore.blogspot.com/2023/11/putri-hijau.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |