×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Tradisi

Elemen Budaya

Seni Pertunjukan

Provinsi

Nusa Tenggara Barat

Ragam Tarian Tombak Tradisional (Buja, Kadanda, Sere, Soka) dari Bima NTB

Tanggal 18 Aug 2026 oleh Aji_permana .

  1. Mpa’a Bhuja & Mpa’a Bhuja Kadhanda Kelompok ini berfokus pada individualitas dan teknik. Keduanya merupakan representasi dari kesiapan fisik dan mental seorang prajurit.

*Mpa’a Bhuja

  • Karakteristik: Dilakukan secara tunggal (solo).
  • Filosofi: Melambangkan penguasaan diri. Sebelum mampu menghadapi musuh, seorang prajurit harus mampu menaklukkan dirinya sendiri. Gerakannya adalah meditasi dalam gerak, di mana tombak adalah perpanjangan niat dan perisai adalah keteguhan prinsip.
  • Fungsi: Demonstrasi kemahiran teknis dasar dan olah kanuragan individu.

*Mpa’a Bhuja Kadhanda

  • Karakteristik: Dilakukan berpasangan atau berkelompok dengan simulasi saling serang dan menangkis.
  • Filosofi: Mencerminkan dinamika hubungan manusia. Hidup adalah interaksi antara serangan (tantangan) dan tangkisan (solusi). Kadhanda mengajarkan bahwa konflik bukanlah untuk saling menghancurkan, melainkan untuk menguji ketangguhan satu sama lain dalam koridor aturan (etika).
  • Fungsi: Uji tanding ketangkasan dan koordinasi taktis antar prajurit.
  1. Mpa’a Sere & Mpa’a Soka Kelompok ini berfokus pada Protokoler dan Penyambutan Tamu. Keduanya merupakan satu kesatuan narasi saat menerima tamu menggunakan protokol estetika militer.

*Mpa’a Sere

  • Karakteristik: Atraksi semi-agresif di gerbang istana; gerakan berjingkrak mirip tombak dan perisai saling bergesekan di hadapan tamu; mirip Bhuja Kadhanda namun pada Sere ini tidak benar-benar saling bersentuhan di sepanjang jalan.
  • Filosofi: Sere adalah “Ujian Nyali” sekaligus “Pernyataan Kekuatan”. Secara filosofis, tamu diingatkan bahwa mereka memasuki wilayah kedaulatan yang dijaga ketat oleh prajurit yang gagah berani. Kesan intimidasi ini bukanlah ancaman, melainkan bentuk penghormatan tertinggi: bahwa tamu tersebut dianggap cukup penting sehingga harus disambut dengan kesiagaan penuh.
  • Fungsi: Pengawalan fase pertama dari gerbang menuju area dalam istana.

*Mpa’a Soka

  • Karakteristik: Gerakan berjingkrak pelan, tenang, dan terkendali.
  • Filosofi: Soka melambangkan “Transformasi Kekuatan menjadi Kehangatan”. Setelah melewati ujian di fase Sere, tamu disambut dengan keteduhan. Gerakan lambat menunjukkan bahwa kekuatan (tombak) kini telah dijinakkan oleh adab. Ini adalah puncak dari rasa hormat, di mana ketegangan militer melebur dalam harmoni penyambutan.
  • Fungsi: Pengawalan fase akhir hingga ke hadapan Raja/Sultan, yang kemudian disempurnakan dengan ritual Wura Bhongi Monca (tarian menambur beras kuning ke arah tamu oleh beberapa penari perempuan) sebagai simbol keberkahan dan ketulusan.

DISKUSI


TERBARU


Baju Bodo

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Baju Bodo adalah pakaian segi empat yang umumnya berlengan pendek, hingga setengah atas bagian siku lengan. Dulunya, pakaian ini seringkal...

Pakaian Adat Re...

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Pakaian Adat Rejang Lebong adalah busana tradisional khas Bengkulu yang merupakan perpaduan budaya Melayu dari berbagai daerah seperti Jam...

Balla To Kajang

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Balla To Kajang, atau Rumah Kajang, adalah rumah tradisional masyarakat adat Kajang di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Desainnya memiliki cir...

Rumah Adat Lang...

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah adat Langkanae Luwu adalah rumah panggung berbentuk persegi empat yang memiliki tiga tingkatan. Bentuk persegi empat mencerminkan em...

Rumah Adat Sumb...

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Struktur & Bagian Rumah adat Sumba memiliki pemisahan ruang secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal, dibagi menjadi tiga bagian yang men...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...