×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Permainan Tradisional

Elemen Budaya

Permainan Tradisional

Provinsi

Maluku Utara

Asal Daerah

Kepulauan Tanimbar, Maluku Utara (Pulau Yamdena, Pulau Selaru, Pulau Seira, Pulau Fordata, Pulau Molo, Pulau Larat, Pulau Labobar)

Rampuat Kakaran

Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Rampuat kakaran adalah permainan tradisional yang melibatkan bilah-bilah bambu, yang dikenal di Kepulauan Tanimbar, Maluku Utara. Permainan ini telah berkembang sejak akhir abad XIX dan menuntut kecekatan serta nilai seni dalam gerakan pemain. Biasanya dimainkan pada pagi, sore, atau malam hari saat bulan purnama agar penonton dapat melihat keahlian pemain.

Jumlah Pemain

Permainan ini umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan usia Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, serta anak-anak sebaya berusia 5 hingga 15 tahun.

Alat & Bahan

  • Lapangan atau pekarangan rumah yang agak luas
  • Satu bilah bambu untuk setiap pemain. Untuk anak-anak berumur 4-6 tahun, panjang bilah bambu 30-50 cm dan lebar 6 cm. Untuk anak-anak berumur 7-15 tahun, panjangnya 60 cm-1 meter dan lebar 6 cm. Bilah bambu ini disebut Kakaran dalam bahasa Yamdena, dan Temar dalam bahasa Selaru serta Fordata.

Cara Bermain

  1. Pemain yang mendapat giliran (pelempar) harus membawa bilah bambu dengan posisi-posisi tertentu: ngaiyebas (meletakkan bilah bambu pada punggung kaki), ngadalam (pada daun telapak kaki), ngasier (di atas sisi tapak kaki bagian luar), ngatur (di atas lutut sebelah), ngasolan (di atas kepala membujur dari muka ke belakang), ngaborat (di atas kepala melintang ke kiri), dan rsitod (di atas lutut kaki).
  2. Pemain membawa bilah bambu dalam posisi tersebut menuju bilah-bilah bambu regu lawan (penadah).
  3. Saat tiba di tempat bilah-bilah bambu regu penadah, bilah-bilah bambu tersebut dijatuhkan secara serentak.
  4. Jika pelempar menjatuhkan bambunya dalam perjalanan menuju bilah bambu regu penadah, ia tidak mendapatkan nilai.
  5. Jika pelempar berhasil menjatuhkan bilah bambu regu penadah, ia mendapatkan nilai.
  6. Grup yang memperoleh nilai terbanyak menjadi pemenang.

Nilai Budaya

Permainan Rampuat kakaran mengandung nilai-nilai seperti keterampilan, kerja keras, kerja sama, dan sportivitas. Keterampilan terlihat dari cara membawa bilah bambu dan ketepatan mengenai target. Kerja keras tercermin dari usaha pemain untuk mengenai bilah bambu lawan. Kerja sama terlihat dari kekompakan dalam meraih poin, dan sportivitas tercermin dari kesadaran untuk menerima kekalahan dengan lapang dada.

Sumber: http://uun-halimah.blogspot.com/2009/09/permainan-rumpuat-kakaran-maluku.html

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Hubungi Custome...

Oleh CS Indodax | 27 Oct 2026.
Hubungi Customer Service Qlola BRI

Telepon: 0813-7725-018. atau WhatsApp: 0821-71-43778. Merupakan telepon resmi Call Center CS QLola by BRI.

Hubungi CS Qlol...

Oleh CS Indodax | 27 Oct 2026.
Qlola BRI

Telepon: 0813-7725-018. WhatsApp: 0821-71-43778. Merupakan nomor telepon resmi untuk layanan Call Center QLola BRI,

cara menghubung...

Oleh CS Indodax | 27 Oct 2026.
Qlola BRI

Telepon: 0813-7725-018. WhatsApp: 0821-71-43778. Merupakan nomor telepon resmi layanan Call Center QLola BRI,

Kue Bingka Nana...

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue bingka adalah makanan khas masyarakat Banjar yang sangat populer. Menurut cerita, kue ini dibuat oleh Putri Junjung Buih untuk disajik...

Kue Cucur Manad...

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Makanan Minuman

Bahan-bahan 200 gr tepung terigu 100 gr tepung beras 420 ml air 200 gr gula merah 2 sdm gula pasir 1/4 sdt garam 1 sdt kayu manis bubuk 1 le...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...