|
|
|
|
|
|
Rumah Pastoran Depok Tanggal 31 Jul 2026 oleh Kyas1 . |
Rumah Pastoran Depok, yang terletak di kawasan Depok Lama, merupakan situs penting dalam sejarah Kota Depok. Bangunan ini pernah ditinggali oleh pendeta Protestan Cornelis De Graaf dan istrinya Adriana J. de Graaf. Saat ini, bangunan tersebut dikelola oleh Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) dan digunakan untuk kegiatan yayasan serta sekolah.
Bangunan ini memiliki denah persegi panjang seluas 4700 meter persegi, membentang timur-barat dengan arah hadap utara. Atapnya berbentuk limasan. Rumah ini berdiri di atas batur (undakan) setinggi 50 cm yang mengharuskan melewati anak tangga di bagian muka untuk masuk. Bangunan ini bertingkat satu dan awalnya memiliki serambi depan dengan kamar di kanan dan kiri, serta koridor tengah yang terhubung ke serambi belakang dan kamar-kamar di sisi kanan-kirinya. Meskipun telah mengalami perubahan, denah awal Rumah Pastoran Depok masih menunjukkan keasliannya.
Rumah Pastoran dibangun dengan material lokal yang umum pada tipe indische woonhuis, seperti batu bata, plesteran putih, genteng kodok, dan batu alam marmer untuk lantai. Atap limasan yang menjorok keluar (overstek) adalah salah satu bentuk adaptasi terhadap iklim Indonesia yang sering hujan.
Rumah ini selain berfungsi sebagai tempat tinggal pendeta, kini juga menjadi pusat kegiatan YLCC dan sekolah. Desainnya yang bergaya indische woonhuis menunjukkan adaptasi terhadap iklim tropis, dengan atap, pintu, jendela ganda, pekarangan luas, serta beranda depan dan belakang yang membantu melindungi rumah dari sinar matahari langsung, menjadikannya lebih teduh.
Langgam arsitektur yang diterapkan pada Rumah Pastoran Depok Lama disebut indische woonhuis atau indische empire style. Gaya ini berkembang sekitar awal abad ke-19 dan diaplikasikan untuk menghadapi iklim tropis Hindia Belanda. Ciri khasnya adalah rumah satu tingkat, taman, denah dasar sederhana dengan dua beranda di depan dan belakang, serta bahan material lokal. Fasadnya cenderung minimalis dibandingkan tipe klasik Eropa, namun sangat cocok untuk iklim tropis yang panas dan lembap. Bangunan ini pernah direstorasi pada 2012-2013 untuk mengembalikan beberapa fitur interior seperti jendela, pintu, dan pembagian ruangan ke bentuk semula.
Bangunan ini berlokasi di kawasan Depok Lama, Jalan Pemuda, yang merupakan jejak komunitas Kristen yang dibentuk oleh Cornelis Chastelein. Komunitas ini berakar dari para budak yang dimerdekakan oleh Chastelein pada abad ke-18 dan menerima hibah tanah miliknya.
Sumber: https://tirto.id/tengara-arsitektur-budaya-indis-di-rumah-pastoran-depok-lama-gZQy
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |