|
|
|
|
|
|
Silek Harimau Tanggal 31 Jul 2026 oleh Kyas1 . |
Silek Harimau adalah salah satu seni bela diri dan kebanggaan masyarakat Sumatera Barat. Dinamakan Silek Harimau karena setiap gerakan yang digunakan dalam kuda-kuda dan sikap waspada persis seperti harimau. Gerakan dan jurus dari Silek Harimau fokus pada serangan bawah atau tendangan dan menyerang organ vital musuhnya.
Silek Harimau memiliki gerakan khusus dan khas, yaitu teknik akrobatik yang memungkinkan pesilat melompat seperti harimau untuk menghindari serangan lawan dan menyerang dengan cepat dan efisien. Teknik bela diri ini juga sigap dan memerlukan kecekatan serta tubuh yang luwes dari pesilatnya. Pesilat dapat menaiki tubuh musuh lalu menjatuhkannya hanya dengan berlutut atau gerakan menangkap, serta menggunakan teknik kuncian yang terkenal cukup menyakitkan. Ciri khas lain adalah penggunaan "cakaran" seperti harimau yang mengarah ke leher, muka, dan bagian vital lawan, hal ini membuat Silek Harimau dinyatakan berbahaya. Salah satu gerakan akrobatik Silek Harimau adalah melompat dan mengunci leher lawan dengan kaki, lalu membantingnya ke tanah dan menyerang lawan dengan cepat saat terbaring di tanah.
Menurut Andi (Guru besar Silek Harimau aia dingin), Silek Harimau aslinya berasal dari daerah Aia Dingin, diciptakan oleh suku Bendang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang. Para nenek moyang belajar Silek secara sembunyi-sembunyi dengan mengamati cara harimau menyerang dan menghabisi mangsanya. Pada masa itu, Silek dilatih di dalam kandang kerbau (Kabau) karena takut tertangkap penjajah yang menganggap seni bela diri sebagai ancaman. Pada masa damai, Silek hampir punah karena tidak ada lagi ancaman dan kurangnya peminat. Pada tahun 2000-an, hampir punah karena dirahasiakan dan hanya boleh digunakan dalam keadaan terdesak. Orang-orang yang menguasai Silek berlatih di tempat yang jauh dari keramaian pada malam hari dengan pencahayaan seadanya. Silek mulai dipopulerkan kembali pada tahun 2015 oleh Wakil Bupati Solok untuk melestarikan budaya lokal.
Silek diajarkan kepada anak-anak Minang di surau (masjid) bukan hanya sebagai seni bela diri, tetapi juga disertai pelajaran agama agar tidak salah penggunaannya. Dalam Silek Harimau, kedamaian adalah tujuan utama yang harus dicapai. Oleh karena itu, Silek biasanya dilaksanakan pada malam hari untuk mendidik karakter murid agar menjadi lebih baik, dengan harapan kedamaian individu dapat menciptakan kedamaian dalam masyarakat. Silek juga berguna saat merantau, dan anak muda Minang diwajibkan menguasainya sebagai bekal untuk menjaga diri dari penjahat.
Sumber: https://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/2115/8/UNIKOM_Wigo%20Arieska%20Zona_12.%20BAB%20II.pdf
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |