|
|
|
|
|
Sandur Manduro adalah pertunjukan tradisional yang memadukan unsur tari, teater, rupa, dan musik. Kesenian ini biasa dilakukan oleh masyarakat Desa Manduro setelah masa panen. Nama "Sandur" berasal dari kata "isan" (selesai panen) dan "dhur" (ngedur), yang berarti "habis panen seharian". Pertunjukan ini dinamakan Sandur Manduro karena berasal dari Desa Manduro. Kesenian ini menunjukkan akulturasi dengan masyarakat Jawa pada masanya dan memiliki keunikan dalam susastra dan pembukaan, serta penggunaan dua bahasa: Madura dan Jawa (Jombangan), karena mayoritas penduduk Desa Manduro berbahasa Madura dan Jawa ngoko sehari-hari.
Dahulu, terdapat lima grup atau kelompok kesenian Sandur di Desa Manduro, namun saat ini hanya tersisa satu grup bernama "Grup Gaya Rukun". Kesenian Sandur Manduro mengalami kemerosotan performa dan apresiasi seiring dengan perkembangan teknologi dan pergeseran minat masyarakat ke kesenian yang lebih modern. Pertunjukan Sandur Manduro sudah jarang ditemukan dalam acara hajatan, haul, maupun festival kebudayaan lokal di Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Tidak adanya generasi penerus menyebabkan kesenian tradisional ini terancam punah di Kabupaten Jombang.
Struktur pertunjukan Sandur Manduro berbeda dengan Sandur di daerah lain dan memiliki makna tersendiri bagi masyarakatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pertunjukan Sandur Manduro terdiri dari tiga bagian utama:
Pertunjukan Sandur Manduro mencakup unsur-unsur tarian, musik, kostum, dan tata rias. Aspek-aspek ini menjadi fokus untuk memahami bentuk kesenian tradisional ini dan bagaimana para seniman berusaha mempertahankannya di tengah persaingan dengan kesenian modern.
Pemerintah Kabupaten Jombang terus berupaya melestarikan kesenian Sandur Manduro, salah satunya dengan memberikan pembinaan. Pernah dilakukan pelatihan pengembangan bentuk penyajian kesenian Topeng Sandur bagi seniman di Kabupaten Jombang, bekerja sama dengan Mahasiswa Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya. Penetapan Sandur Manduro sebagai warisan budaya takbenda dilakukan untuk melindungi budaya takbenda di Indonesia dan diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian warisan budaya takbenda Indonesia.
Awalnya, Sandur Manduro digunakan sebagai hiburan bagi para petani setelah bekerja di ladang dan berfungsi sebagai ritual Ngudari Ujar (atau Ngudari Kata). Namun, seiring perkembangan sosial dan budaya masyarakat, fungsi ritual ini telah menurun dan beralih menjadi hiburan semata.
Sandur Manduro berasal dari spontanitas masyarakat Desa Manduro, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Sandur ini awalnya berasal dari 'dolanan' atau permainan tradisional anak-anak Jawa.
Sandur Manduro menghadapi beberapa masalah, termasuk durasi pertunjukan yang sangat panjang (sekitar 8 jam, meskipun kadang dipersingkat menjadi 3-4 jam), pergeseran fungsi dari ritual menjadi hiburan, dan kurangnya regenerasi pemain. Upaya revitalisasi dilakukan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) untuk mengubahnya menjadi seni pariwisata dan melatih generasi muda. Konsep revitalisasi ini mengadopsi kerangka Adolph S. Tomars, meliputi pemadatan, salinan dari aslinya, penghilangan nilai sakral dan simbolis demi glamor, keragaman, dan keterjangkauan.
Sumber: https://jim.unindra.ac.id/index.php/vhdkv/article/download/7859/pdf, http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?act=view&buku_id=78493&mod=penelitian_detail&sub=PenelitianDetail&typ=html, https://faktualnews.co/2017/10/28/kesenian-rakyat-sandur-manduro-ditetapkan-warisan-budaya-takbenda-indonesia/44453, https://terobjournal.stkw-surabaya.ac.id/index.php/jtr/article/download/7/20/82
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |