|
|
|
|
|
|
Silat Sera Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Sejarah Aliran Silat Sera bermula dari kabilah-kabilah Gujarat Persia yang pada abad ke-16 datang ke Aceh untuk berniaga serta menyebarkan agama dan kebudayaan Islam. Mereka membawa pengetahuan agama dan kebudayaan, termasuk ilmu silat, yang dipelajari dari murid keturunan Syekh Sayyidina Ali r.a., seorang ahli strategi perang dan terampil dalam olah raga pedang. Pengetahuan ini kemudian dipelajari oleh tokoh sufi setempat, Nyai Panjate (Hj. Cut Suriah binti Teuku Syamannur) dan suaminya, H. Teuku Kaharuddin Solehuddin. Keduanya terlibat dalam perlawanan terhadap tentara kolonial Belanda di Aceh pada tahun 1752 M. Setelah suaminya gugur, Hj. Cut Suriah mengasingkan diri di pedalaman Bireun dan dikenal sebagai wanita berkerudung misterius dengan ilmu silat tinggi yang sering menolong orang dari binatang buas. Pada abad ke-17, Bapak Sera, seorang petualang yang gemar menimba ilmu agama dan silat, datang ke Aceh setelah mendengar keperkasaan wanita misterius tersebut. Setelah perjuangan berat, Bapak Sera akhirnya bertemu dan berguru kepada Hj. Cut Suriah selama sekitar satu setengah tahun. Kemudian datang seorang pemuda bernama Lago dari Sulawesi yang menjadi adik seperguruan Bapak Sera. Setelah sekitar enam tahun berguru, Bapak Sera dan Lagoa kembali ke tanah Jawa. Di Jawa, Bapak Sera bertemu dengan seorang pedagang kain dari Mongol bernama Yu Sak Liong, yang dikenal sebagai Bah Yusa. Keduanya saling bertukar ilmu dan menggabungkan keahlian mereka: Bah Yusa ahli beladiri menggunakan kaki, sementara Bapak Sera ahli menggunakan tangan. Dari penggabungan ilmu inilah lahir Aliran Sera, yang dinamai sesuai dengan Bapak Sera. Aliran ini kemudian berkembang menjadi Perguruan Pencak Silat Pancassera.
Sumber: https://www.silatindonesia.com/2010/03/sejarah-singkat-aliran-silat-sera
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |