|
|
|
|
|
|
Situs Batu Menangis Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Situs Batu Menangis adalah sebuah cagar budaya dan objek wisata di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Batu ini dipercaya mengeluarkan air dari sela-selanya setiap bulan purnama 14 Suro, yang diyakini sebagai air mata Putri Selangka. Lokasinya berada di kawasan pemandian air panas Suban, tidak terlalu jauh dari jalan utama Curup-Lubuklinggau.
Kisah ini bercerita tentang Putri Selangka, atau Putri Gemerincing Emas, yang dijodohkan dengan seorang pria bernama Gambir Melayang. Karena tidak setuju dengan perjodohan tersebut, Putri Selangka memutuskan untuk pergi jauh. Dalam perjalanannya, ia sampai di bebatuan di daerah Suban, dekat sungai dan air terjun. Di sana, Putri Selangka bersedih dan menangis di atas batu karena merasa menderita dan sengsara akibat perjodohan yang tidak diinginkannya. Makna nama Selangka berasal dari kejadian di mana setiap kali Putri Gemerincing Emas melangkah dari kerajaannya menuju Suban, ia langsung menghilang dan telah sampai di tempat tujuan hanya dalam satu langkah. Dari bawah batu tersebut, konon sering muncul air yang diyakini warga sebagai tangisan Putri Selangka. Pada malam hari, terkadang masih terdengar suara tangisan dari batu tersebut.
Kisah ini mengandung pelajaran bahwa setiap tindakan harus memperhatikan beberapa hal, termasuk musyawarah dalam memutuskan suatu perkara untuk mencapai kesepakatan bersama. Selain itu, tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain dan harus melakukan pendekatan emosional, perasaan, logika, serta memohon petunjuk kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk pilihan terbaik, karena penyesalan selalu datang terlambat.
Kisah Putri Selangka dan Situs Batu Menangis ini dikaitkan dengan keberadaan Kerajaan Sriwijaya di Tanah Rejang. Hal ini didukung oleh penemuan beberapa menhir di daerah Beliti Ulu, Desa Lawang Agung, Tanah Rejang, yang diyakini berasal dari Kerajaan Sriwijaya. Daerah Suban, dengan letak geografis yang dekat dengan sumber kehidupan seperti sungai, air terjun, dan hutan, diyakini sebagai lokasi berdirinya sebuah kerajaan, meskipun secara fisik tidak ditemukan. Batu-batu yang diperkirakan berasal dari zaman megalitikum masih ditemukan di objek wisata pemandian air panas Suban.
Situs Batu Menangis berada di kawasan objek wisata pemandian air panas Suban, Kota Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Papan informasi mengenai sejarah Batu Menangis ini dibuat oleh mahasiswa KKN dari Universitas Prof. DR. Hazairin, S.H Bengkulu pada tahun 2014.
Sumber: https://ephi.web.id/blog/2022/12/29/legenda-situs-batu-menangis-di-curup-bengkulu
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |