×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Tarian

Provinsi

DKI Jakarta

Tari Kedok Tunggal

Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Tari Kedok Tunggal adalah tarian tradisional Betawi yang khas, unik, dan dibawakan oleh seorang penari perempuan. Penari akan mengenakan tiga topeng secara bergantian, di mana setiap topeng merepresentasikan karakter yang berbeda. Tarian ini sering ditampilkan dalam berbagai acara adat Betawi maupun sebagai hiburan untuk menyambut tamu.

Makna dan Gerakan

Setiap topeng yang digunakan dalam Tari Kedok Tunggal memiliki makna dan karakteristik gerakan tersendiri:

  • Kedok Putih: Melambangkan karakter anggun, lemah lembut, dan feminin. Gerakannya halus dan lincah.
  • Kedok Merah Muda: Mencerminkan karakter genit, manja, dan centil. Gerakannya lebih dinamis dan penuh semangat.
  • Kedok Hitam: Melambangkan karakter tegas, berani, dan berwibawa. Gerakannya lebih kuat dan penuh tenaga.

Asal-usul

Tari Kedok Tunggal diciptakan sekitar tahun 1930-an oleh seorang penari tunggal bernama Mak Kinang dan suaminya, Kong Djiun. Awalnya, tarian ini dipentaskan di berbagai kampung dan kota sesuai permintaan penyelenggara acara. Selain sebagai hiburan, pada masa itu tarian ini juga diyakini memiliki makna magis untuk menolak bala dan membayar kaul. Mak Kinang dan Kong Djiun mendirikan kelompok tari bernama Lenong Betawi, di mana Tari Kedok Tunggal menjadi salah satu tarian unggulannya.

Evolusi dan Popularitas

Seiring berjalannya waktu, Tari Kedok Tunggal mengalami evolusi dan variasi dalam gerakan dan maknanya. Namun, esensi tarian untuk menampilkan kekayaan budaya Betawi dan keahlian penari dalam memerankan berbagai karakter tetap terjaga. Saat ini, Tari Kedok Tunggal menjadi ikon budaya Betawi yang populer dan sering ditampilkan dalam berbagai acara budaya dan festival di Jakarta maupun daerah lain di Indonesia.

Sumber: https://www.senibudayabetawi.com/8935/menyibak-makna-di-balik-tari-kedok-tunggal-betawi.html

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Masjid Rambitan

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Masjid Rambitan merupakan salah satu masjid kuno Sasak yang diperkirakan berdiri pada akhir abad ke-16. Bangunan ini memiliki bentuk dasar...

Museum Samawa I...

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Museum Samawa atau yang dikenal sebagai Istana Tua (Dalam Loka' Dea Mraja) adalah peninggalan Kerajaan Sumbawa. Bangunannya terbuat da...

Masjid Cheng Ho...

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Masjid Cheng Ho Palembang berlokasi di Perumahan Amin Mulia, Jakabaring, Palembang, Sumatra Selatan. Bangunan utamanya didominasi warna pi...

Masjid Jami Ben...

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Masjid Jami Bengkulu pertama kali dibangun diperkirakan pada abad ke-18 dengan bentuk yang sangat sederhana. Bangunan masjid yang ada seka...

Mesjid Tuanku P...

Oleh Kyas1 | 02 Aug 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Mesjid Tuanku Pamansiangan Koto Laweh adalah salah satu masjid cagar budaya yang memiliki arsitektur khas Minangkabau. Dahulu, masjid ini...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...