|
|
|
|
|
|
Tari Srimpi Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Tari Srimpi adalah jenis tarian tradisional yang berasal dari Daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Tarian ini secara khusus diperagakan oleh empat orang penari wanita, yang sesuai dengan makna kata 'serimpi' yang berarti empat. Gerakan tarian ini lemah gemulai, dengan durasi antara 45 menit hingga 1 jam, yang konon dapat membawa penonton ke alam mimpi. Dr. Priyono mengaitkan nama 'serimpi' dengan akar kata 'impi' atau mimpi.
Munculnya Tari Srimpi dipercaya bermula pada masa kejayaan Kerajaan Mataram, di bawah pemerintahan Sultan Agung antara tahun 1613-1646. Tarian ini awalnya dianggap sakral dan hanya dipentaskan di lingkungan keraton untuk ritual kenegaraan, termasuk peringatan Naik Takhta Sultan. Setelah pecahnya Kerajaan Mataram menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta pada tahun 1775, Tari Srimpi kemudian terbagi menjadi dua aliran, yaitu gaya Kesultanan Yogyakarta dan gaya Kesultanan Surakarta.
Tari Srimpi menampilkan tema pertikaian antara dua hal yang bertentangan, seperti baik dan buruk, benar dan salah, serta akal dan nafsu manusia. Ekspresi peperangan dalam tarian ini terlihat jelas melalui gerakan yang sama dari dua pasang prajurit.
Properti yang digunakan dalam tarian ini adalah senjata, antara lain keris kecil atau cundrik, jebeng, tombak, jemparing, dan pistol. Awalnya, kostum yang digunakan menyerupai kostum pengantin putri Kraton Yogyakarta, dengan dodotan dan gelung bokor sebagai hiasan kepala. Namun, seiring perkembangan zaman, kostum telah beralih menggunakan “kain seredan” dan baju tanpa lengan, dengan hiasan kepala berjumbai bulu burung kasuari serta gelung berhiaskan ornamen bunga ceplok dan jebehan.
Di kalangan istana Yogyakarta, Tari Srimpi telah menjadi seni adhiluhung dan dianggap sebagai pusaka Kraton. Menurut Kanjeng Brongtodiningrat, komposisi empat penari melambangkan empat penjuru mata angin: Toya (air), Grama (api), Angin (udara), dan Bumi (tanah). Sementara itu, nama peranan para penari, yaitu Batak, Gulu, Dhada, dan Buncit, melambangkan tiang Pendopo.
Sumber: https://senibudayasmaga.wordpress.com/2020/06/06/tari-srimpi
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Tari Srimpi — Tarian, Jawa Tengah dan Yogyakarta · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |