|
|
|
|
|
|
Tarian Bambu Gila Tanggal 31 Jul 2026 oleh Kyas1 . |
Maluku Tengah memiliki beragam budaya dan adat istiadat, salah satunya adalah tarian atau atraksi Bambu Gila yang masih dilestarikan hingga kini. Tarian ini menggambarkan identitas masyarakat Maluku Tengah dan melambangkan semangat gotong royong dalam kehidupan sosial. Kesenian ini dimaknai sebagai apresiasi dan upaya pelestarian warisan budaya leluhur, serta merupakan kekayaan dan aset daerah yang khas.
Tarian bambu gila memerlukan sebatang bambu dengan panjang 2,5 meter dan berdiameter 8 cm sebagai media atraksi. Jumlah pemain atau pemegang bambu harus ganjil, bisa tujuh, sembilan, atau lebih, tergantung ruas bambu yang digunakan. Pemain harus berani beradu kuat dengan bambu yang dipegangnya. Setelah bambu diberi mantra, kemenyan, dan disemburkan jahe oleh pawang, bambu akan bergerak sendiri dan terasa berat meskipun dipegang oleh banyak orang. Pawang melakukan ritual pembakaran kemenyan dalam tempurung kelapa dan membaca mantra sebelum pertunjukan. Mantra ini diucapkan secara lisan menggunakan “bahasa tanah” atau "bahasa jin", yaitu bahasa leluhur masyarakat Maluku Tengah, khususnya Desa Morella. Pembacaan mantra ini bertujuan untuk memohon pertolongan leluhur, pengakuan akan berkah dan kekuasaan tertinggi Tuhan, serta membuat roh leluhur dan jin yang dipanggil menguasai bambu dan para pemain. Mantra juga berfungsi sebagai perintah bagi pawang dan sarana berdoa atau meminta pertolongan, khususnya untuk berkomunikasi dengan jin.
Tarian Bambu Gila adalah tarian sederhana yang tidak memerlukan banyak pernak-pernik dan aksesoris seperti tarian pada umumnya. Properti utama yang dibutuhkan adalah sebatang bambu dengan panjang 2,5 meter dan berdiameter 8 cm. Pemilihan bambu dilakukan berdasarkan permintaan pawang, yang juga mengambil bambu tersebut setelah meminta izin kepada penunggu bambu dengan membaca mantra.
Selama ritual yang dilakukan pawang sebelum pertunjukan, berbagai media dan bahan digunakan untuk menciptakan nuansa mistis dan memanggil roh.
Secara umum, Tarian Bambu Gila tidak hanya dipentaskan sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari dan spiritual masyarakat Maluku Tengah. Tarian ini melambangkan semangat gotong royong.
Sumber: https://e-journals.unmul.ac.id/index.php/JBSSB/article/download/1100/990
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |