|
|
|
|
|
|
Terbangan Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Terbangan, atau yang juga dikenal dengan sebutan teureubangan, merupakan kesenian tradisional Islam yang telah lama berkembang di berbagai daerah di Jawa Barat. Kesenian ini identik dengan tabuhan rebana yang iramanya dapat mengantar pemain atau penari masuk ke dalam kondisi tidak sadar atau trance. Pemain akan menari mengikuti tabuhan rebana hingga mengalami kerasukan atau tidak sadar diri, menampilkan gerakan di luar nalar normal akibat pengaruh suara dan suasana magis. Secara historis, terbangan berfungsi sebagai media dakwah yang menggabungkan tabuhan rebana, syair-syair pujian kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, serta nilai kebersamaan masyarakat. Kesenian ini tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan sosial di berbagai daerah, termasuk di Rancaekek dan sekitarnya.
Seni terbang buhun berasal dari wilayah Jawa Barat, dikenal juga sebagai Tatar Sunda. Meskipun tidak berasal asli dari Rancaekek, kesenian ini telah tumbuh dan menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat setempat. Terbangan tersebar di beberapa daerah kabupaten dan kota di Jawa Barat, dengan variasi nama seperti Terbang Gede, Terbang Gebes, atau Terbang Ageung.
Kesenian terbangan masih sering ditampilkan dalam berbagai kesempatan, seperti peringatan 17 Agustusan, Maulid Nabi Muhammad SAW, khitanan, syukuran, serta kegiatan keagamaan lainnya. Selain itu, terbangan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari agenda budaya dan keagamaan, bahkan dapat dipadukan dengan acara seperti bazar UMKM, santunan sosial, tabligh akbar, maupun pentas seni untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Ketukan ritmis yang cepat dan konstan dari rebana menciptakan suasana magis bagi penonton maupun pelaku seni.
Fenomena menarik terlihat di Rancaekek, Ciluenyi, Majalaya, Cicalengka, Paseh, dan sekitarnya, di mana sebagian besar kelompok teureubangan saat ini diperkuat oleh kalangan remaja dan pemuda. Mereka aktif berlatih, memainkan rebana, melantunkan shalawat, dan tampil dalam berbagai kegiatan masyarakat, menjaga kelestarian warisan budaya Islam di Jawa Barat.
Sumber: https://www.balebandung.com/terbangan-warisan-seni-dakwah-islam-jawa-barat-yang-tetap-hidup-di-timur-kabupaten-bandung
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |