×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Permainan Tradisional

Elemen Budaya

Permainan Tradisional

Provinsi

Bengkulu

Asal Daerah

Bengkulu

Bubu Gila

Tanggal 13 Nov 2018 oleh Deni Andrian.

Delapan orang berpakaian serba hitam berbaris dua di atas sebuah panggung pertunjukkan, satu bubu sejenis alat perangkap ikan yang terbuat dari rautan bambu dijalin rotan tampak diselubungi pakaian berwarna hitam. Setelah memberi hormat kepada penonton, delapan pria ini duduk, satu orang memegang alat tangkap ikan itu, satu lagi memegang jalinan lidi kelapa yang dipukul ke sebuah triplik berukuran kecil dan menghasilkan bebunyian.

Si pemukul tersebut selain memukulkan lidi kelapa ke triplek menghasilkan bunyi tampak bernyanyi dengan bahasa "suku lembak delapan". Menakjubkan, saat triplek dipukul menghasilkan bunyi, alat tangkap ikan tersebut mendadak seperti menari melompat-lompat, seperti ada sesuatu yang tak terlihat mata menggerakkan bubu itu melompat-lompat.

Si pemegang bubu tampak berusaha memegang alat tangkap ikan itu, semakin keras lidi yang dijalin sedemikian rupa dengan benang tiga warna yakni, hitam, merah dan putih, memukul triplek menghasilkan bebunyian, maka semakin kencang pula bubu itu melompat. Saat si pemukul dan pemegang bubu lelah maka akan terus diganti dengan pria lain yang berpakaian serba hitam, mereka terus bernyanyi dan berputar-putar, ke mana pun si pemukul berlari maka bubu yang diselimuti pakaian hitam itu mengikuti sambil melompat. Permainan akan berhenti saat bubu tersebut terjatuh atau bubu rusak dan patah.

Inilah jenis permainan rakyat masyarakat Suku Lembak Delapan, salah satu suku yang menempati wilayah Provinsi Bengkulu. Permainan rakyat tradisional tersebut dinamakan "Luko Gilo" atau "bubu gila". Menyaksikan permainan khas rakyat tersebut sudah langka saat ini di tengah derasnya permainan berbasis teknologi tinggi dan individualistik.

Husni Thamrin, pemimpin kelompok permainan itu, saat dijumpai usai pertunjukan mengisahkan, permainan itu tercipta oleh leluhur mereka Suku Lembak Delapan. Menurut Husni, ada semacam mantera yang memang mereka ucapkan saat memainkan permainan rakyat itu. Mereka meyakini yang menggerakkan bubu tersebut adalah roh dari leluhur yang mereka panggil. "Yang menggerakkan bubu itu adalah roh leluhur kami," kata Husni Thamrin, Sabtu (29/11/2014).

Untuk mempelajari permainan tersebut dibutuhkan waktu sekitar satu bulan dan ada beberapa hafalan mantera yang harus diingat. Selebihnya tak ada syarat khusus. "Dahulu permainan ini dilakukan saat petani selesai panen, ada pesta pernikahan, sifatnya ini permainan menghibur masyarakat," katanya.

Memang dibutuhkan semacam pawang yang ditugaskan untuk mengantisipasi bila pemain mengalami kerasukan. Bahkan, tidak saja pemain, penonton pun bisa mengalami kerasukan. Permainan ini nyaris sama seperti kuda lumping. "Tak banyak generasi muda yang mau mempelajari permainan ini, kami khawatir permainan rakyat ini akan hilang jika tak dilestarikan," kata Husni.

Husni menjelaskan, bila durasi permainan panjang biasanya para penonton ikut dilibatkan untuk memegangi bubu yang melompat secara misterius itu, sekadar membuktikan jika melompatnya bubu tersebut bukan rekayasa pemain.

Sementara itu Edo, salah seorang penonton yang sudah 30 tahun tinggal di Bengkulu mengaku baru kali ini menyaksikan permainan Bubu Gila. "Ini pertama kali saya menyaksikannya. Menurut saya untuk kelestarian budaya permainan ini perlu terus dipelajari terutama generasi muda," katanya.

sumber: https://travel.kompas.com/read/2014/11/30/092500127/.Bubu.Gila.Permainan.Rakyat.Suku.Lembak.Delapan.Bengkulu

#SBJ

DISKUSI


TERBARU


Danau Laut Tawa...

Oleh Kyas1 | 12 Sep 2026.
Cerita Rakyat

Deskripsi Danau Laut Tawar adalah salah satu ikon wisata alam paling terkenal di Aceh, berlokasi di kawasan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Danau i...

Bajak Laut Dari...

Oleh Kyas1 | 12 Sep 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Ibnu Abbas, seorang kakek di kampung Pante Kuyun, merasa cemas dengan situasi di Indonesia pasca kerusuhan Mei 1998 dan juga oleh kemarau pan...

Kuntau Semende

Oleh Kyas1 | 12 Sep 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Kuntau Semende merupakan seni beladiri tradisional dari komunitas suku Semende (Semendo) yang berasal dari Kecamatan Way Tenong, Kabupaten...

Hikayat Meurah...

Oleh Kyas1 | 12 Sep 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Dahulu kala, di hulu Krueng Peusangan, pedalaman Aceh, hiduplah dua kakak beradik yatim piatu yang miskin, Meurah Saga dan Meurah Silu. Meura...

Leughok

Oleh Kyas1 | 12 Sep 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Leughok adalah makanan tradisional Aceh yang diperkirakan sudah ada sejak Kesultanan Aceh Darussalam. Makanan ini memiliki bentuk padat de...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...