×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Permainan Tradisional

Elemen Budaya

Permainan Tradisional

Provinsi

Nusa Tenggara Timur

Asal Daerah

Manggarai

Ceha Kila

Tanggal 16 Nov 2018 oleh Deni Andrian.

Ceha Kila dalam pengertian sederhana berarti “sembunyi cincin”. Ceha Kila merupakan salah satu jenis permainan dalam budaya orang Manggarai yang diwariskan secara turun-temurun dari nenek moyang sejak dahulu kala. Permainan ini dimainkan dua kelompok, misalnya A dan B, dengan jumlah anggota yang tidak ditentukan. Setiap kelompok memiliki satu orang pemimpin utama yang dalam Bahasa Manggarai disebut Sando. Kedua kelompok yang terlibat dalam permainan tersebut akan berlomba untuk menentukan siapa yang lebih jago, jeli, dan cerdik.

Kapan Ceha Kila dapat dimainkan?

Permainan Ceha Kila tidak dapat dimainkan secara sembarangan. Ceha Kila hanya dimainkan ketika ada orang yang meninggal.  Permainan ini  dilangsungkan selama tiga malam berturut-turut, terhitung sejak jenasah atau jasad orang yang sudah meninggal dikuburkan.

Apa tujuan atau makna dibaliknya?

Permainan Ceha Kila bertujuan menghibur keluarga yang sedang berduka.

Bagaimana cara memainkannya?

Permainan ini dimulai dengan Lagu Awal ketika proses persembunyian kila (cincin) mulai berlangsung.

Setelah cincin disembunyikan, kelompok yang mencari cincin mulai mencari dengan nyanyian cako (mulai).

Cako:

Ris…kila…Ris…Ris…kila…sire…reji…reji kila. Sama dia kila“.

Kelompok yang menyembunyikan cincin kemudian merespon dengan nyanyian wale (jawab):

Wale:

Oooo…Oooo…bei benga… Pati ami kila…toe manga no ce“.

Jika pemimpin kelompok pencari gagal untuk menemukan letak cincin yang disembunyikan, maka kelompok yang bertugas sebagai penyembunyi cincin mengejek kelompok pencari seperti berikut:

Eme lawo ngkleng asi mai, eme lawo bambo neka maram calon sando”.

Artinya, kalau pemimpin tidak bisa tentukan dimana letak cincinnya, maka pemimpinnya kurang jago (Editor: Edgipi).

 

*) Mahasiswa STFK Ledalero-Maumere. Sekarang sedang menjalani masa liburan di paroki St. Klaus-Kuwu

sumber: http://floresmuda.com/2016/06/14/ceha-kila/

#SBJ

DISKUSI


TERBARU


Tari Bulu Gila

Oleh Kyas1 | 12 Sep 2026.
Tarian

Deskripsi Tari bulu gila, atau tari bambu gila, adalah permainan tradisional Maluku yang telah ada sejak masa penjajahan Portugis. Tarian ini kental...

Pura Goa Lawah

Oleh Kyas1 | 12 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Pura Goa Lawah merupakan perpaduan antara laut dan gunung, mengandung rasa terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasi Girin...

Pura Pucaksari

Oleh Kyas1 | 12 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Pura Pucaksari terletak di Desa Peninjoan yang beriklim sejuk karena letaknya berada di ketinggian. Dari pura ini, terlihat pemandangan kh...

Pura Luhur Kanc...

Oleh Kyas1 | 12 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Letak Pura Pura ini terletak di banjar Batu Lantang, desa Sulangai, kecamatan Petang, Badung. Pengelingsir Pura Kelian Desa: I Made Sarka Kelian...

Pura Kawitan

Oleh Kyas1 | 12 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Pura Kawitan adalah tempat ibadah yang karakternya ditentukan oleh ikatan leluhur berdasarkan garis keturunan. Pura ini merupakan tempat p...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...