|
|
|
|
|
|
Pura Pucaksari Tanggal 12 Sep 2026 oleh Kyas1 . |
Pura Pucaksari terletak di Desa Peninjoan yang beriklim sejuk karena letaknya berada di ketinggian. Dari pura ini, terlihat pemandangan khas Bali, yaitu Pantai Selatan Bali sejauh mata memandang. Ketika fajar menyingsing, terlihat matahari terbit dari balik Gunung Agung yang dipercayai memiliki daya magis. Dari puncak bukit, terlihat halaman rumah desa yang terpencar di lembah dan bukit melengkapi alam sekelilingnya. Pura ini sering dikunjungi oleh tokoh-tokoh supranatural untuk melakukan semedi atau memohon kedigdayaan, dan oleh masyarakat sekitar dianggap sebagai kahyangan untuk memohon keberkahan, kesejahteraan, serta hasil panen yang baik. Pura ini memiliki aura magis yang kuat karena lokasinya yang jauh dari keramaian, berada di tanah tegal yang tinggi dan rimbun seperti alas, dipagari oleh pepohonan besar dan dikelilingi pesawahan khas Bali. Pada malam hari, seluruh daratan selatan Bali akan terlihat dari pura ini, dengan lampu yang berkelip, desiran angin, dan suara binatang malam yang membuat suasana pura semakin angker.
Pura Pucaksari adalah tempat yang sering dikunjungi oleh tokoh-tokoh supranatural untuk melakukan semedi atau memohon kedigdayaan. Bagi masyarakat sekitar, pura ini dianggap sebagai kahyangan untuk memohon segala keberkahan dan kesejahteraan, meminta hasil panen yang baik, dan yang terpenting dan unik dikenal untuk melukat dengan empat mata air panas suci.
Pura Pucaksari dikenal memiliki empat mata air panas suci, yaitu Toya Emas, Selaka, Tembaga, dan Besi, yang digunakan untuk ritual melukat. Saking angkernya, di pura ini seringkali terjadi hal-hal yang unik dan menyeramkan, seperti insiden di tahun 1960-an di mana sesuhunan pura tiba-tiba menghilang setelah upacara.
Pura Luhur ini diempon oleh keturunan Pasek Kayu Selem. Menurut Pan Indra, pemangku pura, kisah keberadaan Pura Luhur Pucak Taman Sari bermula dari leluhurnya yang sejak kecil mengabdi kepada Raja Tabanan sebagai parekan. Setelah dewasa, ia pamit untuk kembali ke kampungnya mencari jodoh. Karena kesetiaannya sebagai abdi, raja mengizinkan Ki Pasek memilih salah satu selirnya, yang ternyata sedang hamil.
Sumber: https://pitarapitari.wordpress.com/sejarah-pura/kabupaten-tabanan/429-2
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |