|
|
|
|
|
|
Cerita Buaya Putih Kota Bekasi Tanggal 09 Jul 2018 oleh Deni Andrian. |
Ini cerita rakyat kota Bekasi yang memiliki budaya budaya Betawi juga.
Tapi cerita Betawi jadi milik cerita rakyat propinsi DKI Jakarta, sedangkan Bekasi berbeda cerita, dimana dahulu kala ada seorang juragan kaya yang tinggal di tepi Kali Bekasi.
Pak Juragan memiliki seorang anak gadis yang cantik jelita. Selain cantik, dia juga seorang pendekar silat yang hebat.
Tapi sampai beranjak dewasa, sang anak belu memiliki suami. Pak juragan memang tidak mau sembarangan memilih menantu. Kemudian pak juragan pun mengadakan sayembara
“Barang siapa yang mampu mengalahkan ilmu silat anak gadisku, akan kujadikan suami bagi anakku itu”
Lalu berbondong-bondong datanglah pemuda pendekar silat dari seluruh penjuru bekasi, mencoba memenangkan sayembara ini. Tapi sayang tak satupun yang mampu mengalahkan sang gadis.
Tiba-tiba datanglah seorang pemuda berkulit putih bersih, yang tak diketahui asalnya. Mencoba mengikuti sayembara ini. Gerakan silatnya sangat bagus, cepat menyambar. sang gadispun akhirnya dapt dikalahkan.
Pak juragan merasa gembira, akhirnyamenemukan menantu yang sebanding dengan kepintaran anaknya. sesuai janjinya merekapun dinikahkan dengan pesta yang meriah. Kini mereka menjadi suami istri
Setahun kemudian mereka dikaruniai seorang bayi laki-laki. saat itulah sang suami mengaku “istriku, aku akan menceritakan siapa diriku yang sebenarnya. Aku ini adalh raja siluman buaya putih Kali Bekasi” Alangkah kaget sang istri.
“Aku sengaja mencari keturunan dari manusia. Di negriku ada raja siluman yang sangat kejam. tapi tak ada yang mampu mengalahkannya. Hanya dari keturunan manusialah yang mampu mengalahkannya”
” kini aku telah memiliki anak dari keturunan manusia, aku harus segera kembali ke alamku untuk mengalahkan raja yang kejam itu” Seketika sang suami dananaknya berubah wujud menjadi buaya putih. Mereka berjalan menuju dasar Kali Bekasi.
Alangkah sedih hati sang istri. Setiap hari sang istri selalu datang ke tepi Kali Bekasi untuk membersihkan sampahyang ada di Kali Bekasi. Sehingga airnya terjaga bersih dan jernih. Sang istri yakin dengan Kali Bekasi yang bersih, hidup suami dan anaknya akan menjadi nyaman.(berbagai sumber)
Sumber: https://posbekasi.com/2015/02/01/cerita-buaya-putih-kota-bekasi/
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |