|
|
|
|
|
|
TATTOO DAYAK NGAJU DI RUNGAN TUMBANG MANTUHE Tanggal 14 Nov 2018 oleh Deni Andrian. |
Pada tulisan sebelumnya penulis melakukan ekspedisi ke Desa Tumbang Mantuhe untuk menggali sejarah luluhur dan mengenal keluarga penulis yang ada di Tumbang Mantuhe. Dalam ekspedisi ini penulis berhasil mendapatkan informasi sedikit mengenai motive tatu Dayak di Sungai Rungan yang sebenarnya tatu milik Kakek & Nenek dari neneknya penulis yang bernama SINGA LUKAS TANGGALONG dan istrinya MARIA DINDING.
TANGGALONG adalah nama aslinya sebelum masuk kristen, dahulu beliau adalah salah satu pengayau dan pembuat mandau dikampungya dan memiliki perawakan yang tinggi besar sebab memang beliau adalah keturunan Orang Ut yang konon memiliki kaki yang panjang. Tutang ini dahulu tidak hanya sebagai penghias tubuh tetapi memiliki artian dan juga bentuk rajah dan perlambangan sahabat-sahabat ghaibnya. Misalnya sebelum diangkat menjadi seorang SINGA, maka Tanggalong hanya memiliki tatu bulan sabit di betisnya, namun setelah diangkat menjadi seorang SINGA maka tatu bulan sabit dibagian betis ditambah menjadi tatu BULAN BUNTER disamping itu tatu mereka ini konon dapat bergerak atau mengeluarkan suara tertentu untuk memberikan pertanda-pertanda khusus jika ada sesuatu yang buruk hendak menimpa dirinya atau keluarganya.
Dahulu seorang yang JAGAU atau kesatria akan memiliki tatu BURUNG DAHING di bagian lengannya oleh sebab itu ada suatu istilah dalam budaya Dayak Ngaju yaitu “TUTANG DAHING KAMANUK PENANG” tutang ini berbentuk seperti burung dahing namun sayang penulis tidak dapat gambaran bagaimana bentuk motivenya, tutang ini akan memberikan pertanda bahaya dengan bergerak atau mengeluarkan bunyi-bunyian jika ada bahaya atau sesuatu yang buruk menimpa dirinya atau keluarganya. Salah satu keluarga penulis yang pernah melihat dan tinggal bersama leluhur penulis yang menuturkan kisah ini. Selain itu kaum laki-laki yang hebat atau sitilah dayaknya BASEWUT akan memiliki tatu EMPUI di bagian lengannya kanan dan kiri, tutang EMPUI ini berbentuk seperti cicak, oleh sebab itu juga akan ada istilah dalam bahasa Dayak Ngajunya “TUTANG EMPUI MELAI JUKING BAHUI”.
Motive lain adalah adanya motive bunga terong di bagian kir dan kanan dada, juga motive TUTANG NAGAN yaitu motive naga di bagian paha kiri dan kanan atau juga dibagian lengan. Selain itu juga dileher akan ada TUTANG KALA atau motive kalajengking. Disekitar puting susu akan ada tatu RAJAH EPATPULUH berbentuk persegi empat. Kemudian dibagian dadanya dipenuhi motive seperti motive anyaman tikar berbentuk titik-titik atau yang disebut CACAH dalam bahasa Dayak Ngajunya.
Untuk perempuan ada motive TANTALI LAWAI dan TAJIM HEMPENG dibagian pergelangan tangannya, juga dibagian kelopak mata akan ada motive yang disebut SARAPANG MATAN ANDAU dan juga seperti bintang yang kecil berjumlah tiga.
Menurut para saksi mata, warna tatu jaman dahulu tidaklah hitam tetapi berwarna biru kehijauan yang tenntunya pewarnaan ini diambil dari bahan alam sejenis getah tertentu dan dalam pembuatannya digunakan pisau kecil seperti langgei, oleh sebab itu akan memerlukan waktu yang sangat lama untuk membuat sebuah tatu karena menunggu lukanya sembuh. Jaman dahulu hanya orang yang berasal dari golongan tinggilah yang boleh menggunakan tatu atau jika orang tersebut adalah seorang kenamaan, pahlawan atau panglima. Dan oleh sebab itu juga dalam mencari pasangan hidup maka sesama keturuan golongan tinggi saja yang boleh menikah.
sumber: https://folksofdayak.wordpress.com/2014/04/14/tattoo-dayak-ngaju-di-rungan-tumbang-mantuhe/
#SBJ
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |