×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Permainan Tradisional

Elemen Budaya

Permainan Tradisional

Provinsi

Sulawesi Selatan

Asal Daerah

Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan

Abbatu Samba

Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Pengantar

Abbatu samba adalah permainan tradisional masyarakat Bugis-Makassar di Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Nama "abbatu samba" berasal dari bahasa setempat yang berarti "permainan biji asam". Meskipun asal-usul pastinya sulit diketahui, permainan ini telah dikenal secara turun-temurun. Dalam permainan ini, biji asam disusun dalam lubang yang dilingkari garis, dan pemain melemparnya dengan batu pengngambak. Biji yang terkena dan keluar dari garis menjadi milik pelempar. Dulu, tidak ada garis lingkaran, sehingga biji yang keluar dari lubang langsung menjadi milik pelempar.

Pemain

Permainan ini umumnya dimainkan secara individual oleh anak laki-laki berusia sekitar 6-12 tahun. Jumlah pemain minimal 2 orang dan maksimal 4 orang.

Tempat Permainan

Abbatu samba tidak memerlukan tempat yang luas. Arena permainannya hanya berupa lubang berdiameter sekitar 10 cm dengan kedalaman 5 cm. Permainan dapat dilakukan di mana saja di atas tanah, seperti di pekarangan rumah atau lapangan. Sekitar 20 cm dari lubang, terdapat garis melingkar yang berfungsi sebagai batas boleh-tidaknya biji asam taruhan diambil. Pemain biasanya berjongkok sekitar satu meter dari garis batas sebelum melempar.

Peralatan Permainan

  • Batu pengngambak: Batu ini sebenarnya adalah biji asam yang agak besar dan berat, dipilih agar mudah menghamburkan biji-biji lain di lubang saat dilempar.
  • Biji asam: Digunakan sebagai taruhan, dimasukkan ke dalam lubang untuk dilempar. Jumlah biji yang dibawa bergantung pada kesepakatan pemain.

Peraturan Permainan

Peraturan permainan abbatu samba cukup mudah, yaitu melontarkan batu pengngambak ke arah biji-biji asam di dalam lubang. Pemenang adalah yang berhasil mengeluarkan biji paling banyak. Aturan-aturan ini diperlukan agar permainan berjalan tertib dan lancar.

  • Pemain harus berjongkok ketika melontarkan batu pengngambak.
  • Apabila lontaran tidak berhasil mengenai biji-biji taruhan, pelontar harus memberi kesempatan kepada pemain lawan untuk melontar.
  • Lontaran dianggap sah apabila posisi pemain berada di luar garis lingkar lubang. Aturan ini jarang diterapkan karena garis lingkar hanya berdiameter sekitar 30 cm, sehingga pemain umumnya selalu berhasil melontarkan batu pengngambak dari luar garis.
  • Apabila melontar dan biji taruhan bersama batu pelontar berada di luar garis lingkar, biji taruhan berhak diambil. Pelontar masih diberi kesempatan melontar lagi biji taruhan yang sudah keluar dari lubang, namun hanya biji yang masih berada di dalam garis lingkar.
  • Apabila batu pengngambak berada di dalam garis lingkar, sedangkan biji asam taruhan terhambur melewati garis lingkar, maka semua biji tersebut berhak diambil sebagai kemenangan (baha).

Jalannya Permainan

  1. Sipekke (sepakat): Penentuan urutan pemain yang akan melontarkan batu pengngambak. Dilakukan dengan gambreng dan suit (jika 4 pemain) atau hanya suit (jika 2 pemain). Pemenang suit akan memulai permainan.
  2. Mallele (memungut): Pemain yang memulai permainan akan mengambil sekitar 6-10 biji asam dari pemain lain.
  3. Ammolik (menyimpan): Biji-biji yang terkumpul kemudian disusun serapi mungkin di dalam lubang agar tidak bertumpang tindih.
  4. Mengngambak (melontar): Pemain mulai melontarkan batu pengngambak ke arah lubang untuk mengeluarkan biji taruhan. Cara melontar adalah dengan berjongkok, mengangkat tangan yang menggenggam pengngambak, lalu melontarkannya ke arah lubang.
  5. Nisambe (pergantian): Pergantian pelempar terjadi apabila pemain melakukan kesalahan atau tidak berhasil mengenai biji-biji asam taruhan.

Nilai Budaya

Permainan abbatu samba mengandung nilai-nilai keterampilan, kecermatan, dan sportivitas. Keterampilan dan kecermatan terlihat dari usaha pemain untuk mengeluarkan biji asam taruhan dari garis lingkar agar dapat diambil. Menguasai teknik melontar dan memilih sasaran hanya bisa didapat dengan sering berlatih. Dalam kehidupan sehari-hari, melatih keterampilan dan kecermatan dapat membawa kesuksesan. Nilai sportivitas tercermin dari sikap pemain yang sportif; yang kalah harus mengakui kekalahannya dan menyerahkan biji asam kepada pemenang, sedangkan yang menang tidak boleh menyombongkan diri karena bisa saja kalah di permainan berikutnya.

Sumber: https://uun-halimah.blogspot.com/2009/09/permainan-abbatu-samba-sulawesi-selatan.html

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Ayam Goreng Pad...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Ayam goreng Padang adalah hidangan ayam goreng dengan rasa spesial yang didapatkan dari bumbu rempah dan proses memasak yang tepat. Hidang...

Wajit

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Wajit adalah makanan tradisional yang menjadi bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Sunda, khususnya di Kecamatan Cililin, Kabupat...

Bakso Cuanki Ud...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Cuanki adalah jajanan sejenis bakso khas Bandung yang secara tradisional dijajakan oleh penjual dengan berjalan kaki. Resep ini adalah var...

Ritual Penanama...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Ritual

Deskripsi Ritual penanaman padi tradisional masyarakat Rongga adalah sebuah studi etnopragmatik yang berupaya memahami praktik sosial yang terikat o...

Blangkon Sumene...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Blangkon khas Sumenep adalah penutup kepala tradisional yang sering dipakai oleh raja-raja terdahulu dan saat ini dilestarikan oleh pemeri...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...