|
|
|
|
|
|
Asal Usul Pantai Karang Nini Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Dahulu kala, di wilayah yang kini dikenal sebagai Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, hiduplah sepasang suami istri yang sudah lanjut usia bernama Ki Argapati Ara dan Nini Ambu Kolot. Meskipun hidup sederhana dan tidak memiliki anak, mereka menjalani hari-hari dengan penuh kebahagiaan. Ki Argapati Ara bekerja sebagai nelayan, melaut setiap malam dan kembali keesokan paginya untuk menjual sebagian hasil tangkapannya dan sebagian lagi untuk lauk pauk. Nini Ambu Kolot sehari-hari mengurus rumah. Suatu sore, Ki Argapati Ara merasa badannya lemas. Meskipun Nini Ambu Kolot menyarankan agar tidak melaut dulu, Ki Argapati Ara bersikeras karena persediaan beras mereka hampir habis. Dengan kondisi yang tidak terlalu sehat, Ki Argapati Ara mendayung perahunya ke tengah laut. Ia melemparkan jalanya berkali-kali, namun tidak seekor ikan pun yang menyangkut. Ki Argapati Ara terus mencoba hingga kelelahan yang amat sangat tak tertahan. Pagi pun tiba. Di pagi hari, Nini Ambu Kolot menyiapkan sarapan, menunggu Ki Argapati Ara pulang. Namun, hingga matahari sudah di atas kepala, suaminya belum juga kembali. Dilanda kecemasan, Nini Ambu Kolot pergi ke pantai. Ia melihat banyak perahu sudah berlabuh, kecuali perahu milik Ki Argapati Ara. Seorang tetangga yang melihat kecemasan Nini Ambu Kolot ikut khawatir dan membantu bertanya kepada tetangga lain. Beberapa tetangga berencana mencari Ki Argapati Ara, mengira ia mungkin hanya ketiduran di perahunya, meskipun Nini Ambu Kolot tahu mereka hanya ingin menghiburnya. Kecemasannya semakin besar. Ketika matahari hendak tenggelam, perahu tetangga mulai merapat ke pantai, namun mereka belum berhasil menemukan Ki Argapati Ara. Mereka menyarankan Nini Ambu Kolot pulang karena angin semakin kencang. Tinggallah Nini Ambu Kolot sendirian di pantai. Dalam cahaya yang semakin temaram, Nini Ambu Kolot bersimpuh dan berdoa kepada Tuhan untuk membawa suaminya. Tiba-tiba, ia terkejut melihat sebuah batu karang muncul di depannya. Sebuah suara terdengar memberitahunya bahwa suaminya telah meninggal dan batu karang itu adalah penjelmaannya. Sedih atas kepergian suaminya, Nini Ambu Kolot menangis dan berdoa, "Ya Tuhan aku terima ini sebagai Takdirmu tapi Buatlah aku menjadi batu karang di sini agar bisa menemani suamiku." Seketika, angin kencang datang dan Nini Ambu Kolot perlahan-lahan berubah menjadi batu. Tuhan telah mengabulkan permintaannya. Sejak saat itu, pantai tempat Nini Ambu Kolot berubah menjadi batu karang dikenal dengan nama Pantai Karang Nini, sedangkan batu karang yang merupakan penjelmaan Ki Argapati Ara disebut dengan Balekambang.
Pantai Karang Nini merupakan salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kabupaten Pangandaran sendiri merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Ciamis pada tahun 2012.
Sumber: https://priangantimurnews.pikiran-rakyat.com/budaya/pr-1223842381/sejarah-asal-usul-pantai-karang-nini-pangandaran-ada-kisah-cinta-sehidup-semati-dua-insan-manusia
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |