|
|
|
|
|
|
Beksi Tradisional H. Hasbullah Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Beksi dibawa pertama kali oleh seorang petani keturunan Cina bernama Lie Cheng Ok yang tinggal di daerah Dadap, Tangerang, sekitar tahun 1928. Lie Cheng Ok, yang mahir beladiri, mengajarkan Beksi kepada anak-anaknya. Setelah memenangkan sengketa saluran air sawah melawan seorang petani pribumi yang jago silat, ia mengajarkan Beksi kepada anak petani tersebut, Marhali. Marhali kemudian mengajarkan Beksi kepada H. Ghozali (H. Zali) dari Petukangan. H. Ghozali selanjutnya mengajarkan Beksi kepada H. Hasbullah (Kong Has) di Petukangan. Kong Has belajar secara komplit, tidak hanya dari H. Zali, tetapi juga meneruskan belajar kepada Marhali dan langsung kepada Lie Cheng Ok untuk menyempurnakan ilmunya. Setelah 60 tahun mendalami, Kong Has berhasil menguasai 12 jurus asli dan beberapa pengembangan jurus ciptaannya sendiri. Di tangan Kong Has, Beksi menjadi populer dan beberapa kali meraih juara dalam Lomba Tarung Bebas. Saat ini, estafet pengembangan Beksi Tradisional H. Hasbullah dipegang oleh Sabenuh Masir (Babeh Benuh) dan perguruan ini dipimpin oleh Muhali Yahya (Bang Ali).
Beksi Tradisional H. Hasbullah menekankan filosofi bahwa silat haruslah 'nge'Deres (belajar) dan 'nge'Jurus (latihan). Mereka juga mengajarkan bahwa Golok (Silat) haruslah berSarung (Ngaji), menekankan pentingnya norma-norma agama sebelum dan sesudah latihan. Perguruan ini juga mengajarkan etika dan adab dalam perguruan, keluarga, dan masyarakat umum, dengan harapan para Beksier menjadi figur yang tangguh secara fisik, mantap secara moral dan spiritual, serta bermanfaat dan membawa kedamaian bagi diri dan masyarakat sekitarnya.
Babeh Sabenuh Masir telah mengembangkan beberapa jurus baru dan membukukan serta membuat VCD jurus-jurus Beksi agar mudah dipelajari generasi selanjutnya. Di bawah kepemimpinan Muhali Yahya, Beksi telah tersebar di lebih dari 23 kolat di beberapa wilayah Jakarta. Beksi juga aktif menjalin silaturahmi dengan perguruan silat lain melalui Forum Pecinta & Pelestari Silat Tradisional Indonesia, media sosial (Facebook dan YouTube), serta kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Beksi Tradisional H. Hasbullah juga terlibat dalam ide cerita, pemain, dan pengatur laga FTV "Silat Boy 1–4" di TransTV. Pelestarian budaya Palang Pintu dengan iringan sholawat Nabi Muhammad SAW juga terus dilakukan sebagai bagian dari warisan budaya Betawi.
Sumber: https://www.silatindonesia.com//2010/10/beksi-sebuah-fenomena-warisan-budaya-tanah-betawi
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |