|
|
|
|
|
|
Boma Rabi Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Prabu Kresna Wasudewa di Kerajaan Dwarawati sedang membicarakan Raden Samba Wisnubrata yang sudah satu bulan menginap di Astana Gandamadana, dan berencana mengadakan upacara mitoni untuk Dewi Sugatawati yang sedang mengandung. Tiba-tiba Prabu Boma Narakasura, raja Trajutresna, datang untuk meminta restu menikah dengan Dewi Agnyanawati, putri Prabu Krentagnyana dari Giyantipura. Dewi Agnyanawati bersedia menikahinya asalkan diberi mas kawin Kembang Parijata, bunga kahyangan yang tidak diketahui Prabu Boma. Prabu Kresna memberitahu bahwa bunga itu ada di Kahyangan Pustaka-kawedar yang dipimpin Batara Kuwera. Setelah Prabu Boma pergi, Prabu Kresna memerintahkan Raden Partajumena dan Arya Setyaki untuk menjemput Raden Samba. Sementara itu, Prabu Banakatong dari Pasirsegara, yang dahulu pernah melamar Dewi Agnyanawati, merasa waktunya telah tiba untuk melamar kembali. Dalam perjalanan menuju Giyantipura, rombongan Prabu Banakatong bertemu Raden Partajumena dan Arya Setyaki yang sedang mencari Raden Samba. Terjadi pertempuran sengit yang membuat Raden Partajumena dan Arya Setyaki terdesak dan meloloskan diri mencari jalan lain. Raden Arjuna bersama para panakawan menemukan beberapa raksasa dari Kerajaan Pasirsegara yang mengganggu masyarakat. Setelah menumpas raksasa, Raden Arjuna bertemu Raden Partajumena dan Arya Setyaki dan memutuskan ikut menjemput Raden Samba karena Dewi Sugatawati adalah putrinya. Prabu Boma Narakasura tiba di Kahyangan Pustaka-kawedar bersama Patih Pancadnyana dan punggawa lainnya. Batara Kuwera menunjukkan Kembang Parijata. Prabu Boma ingin mengambilnya sebagai mas kawin, namun Batara Kuwera menolak karena Kembang Parijata ditakdirkan untuk putra Prabu Kresna. Prabu Boma marah dan menyerang Batara Kuwera. Meskipun dikeroyok, Batara Kuwera gigih melawan. Ketika Batara Kuwera pingsan, Prabu Boma memetik bunga tersebut. Namun, Batara Kuwera sadar dan menghantam Prabu Boma dengan gadanya, membuat Prabu Boma terpental dan Kembang Parijata terlempar entah ke mana. Di Astana Gandamadana, Resi Gunadewa curiga dengan adiknya, Raden Samba Wisnubrata, yang sudah sebulan menginap di sana. Raden Samba akhirnya bercerita bahwa ia mimpi bertemu putri cantik jelita, yang membuat cintanya kepada Dewi Sugatawati berkurang dan ia hanya membayangkan putri tersebut.
Kisah ini diolah dari sumber pedhalangan di majalah Panjebar Semangat.
Sumber: https://albumkisahwayang.blogspot.com/2019/02/boma-rabi.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |