×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Cerita Rakyat

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Provinsi

Jawa Tengah

Cerita Tegalan Akhir Pekan Bada Kaji

Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Cerita

Bujang, yang dikenal sering sholat berjamaah di musholla, tiba-tiba terpilih menjadi ketua panitia qurban, meskipun ia jarang hadir dalam rapat. Ia dikenal rajin membantu mencari hewan qurban, baik kambing maupun sapi, bahkan sebelum menjadi panitia resmi. Teman-teman panitia berharap Bujang dapat meningkatkan jumlah peserta qurban karena "jaringan" luas yang dimilikinya, dari berbagai profesi seperti penyair, wartawan, dan ahli-ahli lainnya. Mereka percaya bahwa di era sekarang, banyak jaringan adalah kunci sukses. Meskipun awalnya sulit mencari tujuh orang untuk qurban sapi, dengan sepuluh hari menjelang Bada Kaji baru satu orang yang mendaftar, Bujang tetap tenang. Ia paham bahwa kebiasaan masyarakat adalah mendaftar di "meped waktu" atau mendekati batas akhir. Bujang yakin jumlah peserta akan terpenuhi. Akhirnya, tidak terlalu sulit untuk menemukan tujuh orang untuk qurban sapi. Bahkan, ada lebih dari cukup, sehingga beberapa orang diarahkan untuk qurban kambing. Suatu ketika, Kang Amin, tetangga Bujang yang dikenal selalu qurban sapi sendirian karena rezekinya yang melimpah, ingin mendaftar qurban sapi lagi. Namun, Bujang dengan halus menolaknya karena kuota tujuh orang sudah terpenuhi. Bujang menyarankan Kang Amin untuk qurban kambing saja. Bujang memahami watak Kang Amin yang tidak bisa ditolak keinginannya, namun sebagai ketua panitia, ia harus tegas dan tidak memihak, meskipun tahu akan ada pihak yang mendukung dan yang tidak.

Tokoh

  • Bujang: Ketua panitia qurban, dikenal rajin sholat, memiliki banyak jaringan, dan sabar menghadapi kebiasaan masyarakat.
  • Kang Amin: Tetangga Bujang yang kaya raya dan terbiasa berqurban sapi sendirian.

Asal & Persebaran

Cerita ini berlatar di Tegal, ditunjukkan dengan penggunaan dialek lokal Tegal.

Sumber: https://tegal.ayoindonesia.com/ngapak-kepenak/pr-343856854/cerita-tegalan-akhir-pekan-bada-kaji

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Legenda Sumala

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Deskripsi Kisah horor ini berlatar Kabupaten Semarang, di mana Sumala adalah sosok hantu yang meneror anak-anak dan seorang gadis bernama Kumala. Ce...

Asal Usul Gunun...

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Menurut legenda, Pulau Jawa dulunya tidak seimbang. Para dewa memutuskan untuk memindahkan Gunung Jamurdipa ke tengah Pulau Jawa agar seimban...

Sop Manten Gala...

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Makanan Minuman

Bahan-bahan 1 buah galantin ayam (potong potong) 2 buah wortel iris tipis 1 buah kembang kol ukuran sedang potong2 250 gr jamur kuping segar pot...

Wedang Dongo

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Wedang dongo adalah minuman hangat khas Solo yang sekilas mirip dengan wedang rondhe. Perbedaan utama keduanya terletak pada jumlah ronde...

Jathilan

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Tarian

Asal-usul Tari Kuda Lumping merupakan tarian rakyat yang berasal dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Di Yogyakarta, tarian ini dikenal...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...