|
|
|
|
|
|
Gedung Balee Juang (museum Langsa) Tanggal 24 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Gedung Balee Juang, yang juga dikenal sebagai Museum Langsa, adalah sebuah bangunan bersejarah di pusat Kota Langsa. Awalnya bernama Het Kantoorgebouw Der Atjehsche Handel-Maatschappij Te Langsar, gedung ini dibangun oleh Belanda pada tahun 1920. Selama sejarahnya, gedung ini memiliki berbagai fungsi, mulai dari kantor pusat industri dan perkebunan Belanda, kantor BAPPEDA Aceh Timur, hingga tempat pertemuan pejuang kemerdekaan. Pasca kemerdekaan, gedung ini berfungsi sebagai kantor perusahaan pupuk Asri dan pusat kegiatan organisasi kemahasiswaan. Pada tahun 1949, bangunan ini bahkan digunakan sebagai tempat mencetak uang "Bon Kontan". Pada tahun 2014, gedung ini diserahkan kepada Pemerintah Kota Langsa dan diubah menjadi Museum Langsa, dan pada tahun 2016 ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.
Gedung Balee Juang dibangun dengan desain arsitektur khas Belanda. Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Museum Kota Langsa memiliki luas 838 meter persegi.
Gedung ini awalnya difungsikan sebagai kantor pusat untuk industri dan perkebunan Belanda. Setelah itu, pernah digunakan sebagai kantor BAPPEDA Aceh Timur. Pada masa perang kemerdekaan, gedung ini diambil alih oleh pejuang Aceh dan dijadikan tempat pertemuan untuk mendukung gerakan kemerdekaan. Pasca kemerdekaan, berfungsi sebagai kantor perusahaan pupuk Asri dan menjadi pusat kegiatan organisasi kemahasiswaan. Pada tahun 1949, gedung ini digunakan untuk mencetak uang "Bon Kontan". Sejak tahun 2014, gedung ini difungsikan sebagai Museum Langsa. Keberadaan bangunan ini merepresentasikan sifat multikulturalisme suatu masyarakat melalui aspek desain, struktur, dan fungsinya.
Desain arsitektur gedung ini khas Belanda, dengan fasad bangunan utama bergaya kolonial. Namun, bangunan pengiring seperti pintu utama kini diwarnai dengan berbagai ornamen Aceh, seperti pintu khop yang sangat menonjol. Peran dan fungsi bangunan Balee Juang juga menunjukkan perannya sebagai tempat berinteraksi bagi berbagai etnis sebagai penduduk pembangun kota.
Museum Kota Langsa memiliki koleksi tematik yang terdiri dari koleksi Etnografi, Sejarah, Keramologika, dan koleksi lainnya. Pada tahun 2014, museum ini memiliki 143 koleksi, yang diperoleh melalui pemberian dan pembelian. Pada tahun 2023, tercatat sebanyak 217 koleksi telah terkumpul secara keseluruhan.
Sumber: https://www.langsamulticultural.com/informasi-lanjutan/gedung-balee-juang-museum-langsa
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |