|
|
|
|
|
|
Gelumpai Tanggal 28 Jul 2026 oleh Kyas1 . |
Gelumpai adalah naskah kuno khas Palembang yang ditulis di atas bilah bambu, khususnya jenis bambu betung (Dendrocalamus asper). Penulisannya dilakukan dengan cara menggoreskan alat tajam pada permukaan bambu menggunakan aksara Ulu atau Kaganga.
Gelumpai merekam berbagai aspek kehidupan masyarakat Palembang pada masanya, mulai dari bidang politik, sosial, hingga keagamaan. Isinya mencakup sejarah, kisah wayang, doa-doa, ajaran spiritual, dan nilai-nilai luhur dari leluhur. Beberapa gelumpai juga memuat kisah kehidupan Nabi Muhammad SAW atau ajaran moral dan spiritual yang berakar dari tradisi Hindu.
Naskah gelumpai diperkirakan mulai diproduksi antara abad ke-16 hingga ke-17. Aksara Ulu yang digunakan berakar dari aksara Pallawa dan Kawi yang berkembang di wilayah Sumatra bagian selatan pada masa Kerajaan Sriwijaya.
Jenis bambu yang umum dipakai untuk gelumpai adalah bambu betung (Dendrocalamus asper) karena kuat, tumbuh tegak, dan memiliki ruas yang jelas. Sebelum digunakan, bambu ini direndam dalam air selama beberapa waktu lalu dijemur hingga kering untuk memastikan ketahanan dan kualitasnya sebagai media tulis.
Gelumpai adalah warisan intelektual masyarakat uluan Palembang yang menyimpan jejak sejarah peradaban dan berperan penting dalam penyebaran ajaran Islam, khususnya oleh Kesultanan Palembang Darussalam. Naskah-naskah ini juga memuat nilai-nilai luhur peninggalan leluhur meliputi ajaran moral, filsafat hidup, sejarah, hingga nilai-nilai keagamaan, yang tetap relevan sebagai sumber pengetahuan dan panduan etika.
Sebagian besar gelumpai masih tersimpan dalam koleksi pribadi. Beberapa lainnya telah menjadi bagian dari koleksi museum, seperti Museum Balaputera Dewa di Palembang. Gelumpai lain dari subetnis Melayu di Musi Rawas tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Gelumpai memerlukan perawatan cermat karena faktor usia, keausan material, dan paparan lingkungan. Upaya pelestarian meliputi digitalisasi, penyimpanan dalam kondisi khusus, dan pendekatan edukatif untuk membangun kesadaran publik.
Sumber: https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/gelumpai-jejak-sejarah-palembang-yang-digores-di-bilah-bambu
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |