×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Asal Daerah

Kalibawang, Kulon Progo

Gereja Santa Theresia Lisieux, Boro

Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Gereja Santa Theresia Lisieux, Boro, atau dikenal sebagai Gereja Boro, adalah sebuah bangunan tua yang kokoh di antara pepohonan dan udara sejuk Pegunungan Menoreh di Kalibawang, Kulon Progo. Bangunan ini merupakan bagian dari Komplek Misi Boro yang lebih luas, yang juga mencakup pastoran, rumah sakit, susteran, bruderan, panti asuhan, dan sekolah-sekolah Katolik seperti Pangudi Luhur dan Marsudirini. Pembangunan kompleks ini berlangsung dari tahun 1928 hingga 1938.

Struktur & Bagian

Dinding-dinding gereja memiliki ornamen khas Eropa awal abad ke-20, dilengkapi dengan jendela kaca patri yang menyaring cahaya. Di dalamnya, nuansa budaya lokal terasa kuat dengan ornamen ukiran kayu bermotif batik dan tokoh-tokoh wayang yang menghiasi interior gereja. Ukiran-ukiran ini menunjukkan dialog harmonis antara iman dan tradisi, serta merangkul budaya setempat.

  • pastoran
  • rumah sakit
  • susteran
  • bruderan
  • panti asuhan
  • sekolah-sekolah Katolik (Pangudi Luhur dan Marsudirini)

Fungsi & Filosofi

Selain sebagai tempat ibadah, Gereja Boro dan kompleks misinya melayani umat melalui pendidikan dan kesehatan, mencerminkan komitmen misi Katolik untuk mengakar di tanah Kulon Progo. Kehadiran ornamen budaya lokal seperti batik dan wayang di dalam gereja melambangkan bagaimana kekristenan merangkul budaya setempat, bukan menggantikannya. Komplek ini dianggap sebagai bagian dari sejarah Kulon Progo, bukan hanya milik umat Katolik.

Asal

Gereja Boro berlokasi di Kalibawang, Kulon Progo. Kehadiran Romo J. Prenthaler, S.J. menjadi penggerak utama berdirinya kompleks ini.

Sumber: https://hijratunaa.com/menjejak-sunyi-sejarah-di-gereja-boro-napak-tilas-misi-katolik-di-jantung-kulon-progo

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Kain Tenun Ikat...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Motif Kain

Deskripsi Tenun ikat adalah kain tradisional dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak hanya berfungsi sebagai penutup tubuh, melainkan juga sebagai...

Soto Bebek Klat...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Soto Bebek Klaten adalah salah satu varian soto khas Nusantara yang unik karena menggunakan daging bebek sebagai isian utamanya, berbeda d...

Seloko Adat Mel...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Pengobatan dan Kesehatan

Deskripsi Seloko adat adalah prinsip hidup dan hukum kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Melayu Kerinci. Prinsip-pri...

Gulai Sabo

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Gulai sabo adalah makanan khas dari Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Makanan ini populer di kawasan wisata Pohon Seribu Sasak dan...

Ta Ina Luhu

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Dahulu kala, hiduplah seorang putri bernama Ta Ina Luhu, anak dari Raja Negeri Luhu di Pulau Seram. Raja Luhu dikenal bijaksana, baik, dan be...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...