|
|
|
|
|
|
Ta Ina Luhu Tanggal 28 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Dahulu kala, hiduplah seorang putri bernama Ta Ina Luhu, anak dari Raja Negeri Luhu di Pulau Seram. Raja Luhu dikenal bijaksana, baik, dan berbudi luhur. Namun, Negeri Luhu kemudian dikuasai Belanda, dan seluruh keluarga Raja dibantai, kecuali sang putri yang berhasil melarikan diri setelah ditangkap. Ia diselamatkan oleh Kerajaan Soya dan diperlakukan seperti anggota keluarga kerajaan. Namun, Putri Ta Ina Luhu ternyata hamil akibat para serdadu Belanda yang menangkapnya. Merasa tidak enak merepotkan Raja Soya, ia melarikan diri dari kerajaan dengan menaiki kuda dan menyusuri hutan belantara. Ia kelelahan dan terjatuh dari kuda. Setelah beristirahat, ia melanjutkan perjalanan, dan selama perjalanannya terjadi beberapa kejadian ajaib. Tempat ia beristirahat kemudian menjadi Gunung Nona. Topi yang ia gunakan terbang tertiup angin dan berubah menjadi Batu Capeu saat hendak diambil. Putri Ta Ina Luhu terus menyusuri wilayah pantai Amasuhu dalam keadaan sangat lelah, hingga akhirnya ia memutuskan untuk beristirahat dan minum pada sebuah mata air yang kini dikenal sebagai Air Putri. Kisah perjalanan Putri Ta Ina Luhu ini masih panjang, dan setiap kejadian serta tempat yang ia alami banyak menjadi nama tempat di Seram dan Ambon hingga kini. Kisah ini menjadi cerita rakyat Maluku yang dikenal sebagai kisah Nenek Luhu. Keberadaan Nenek Luhu juga menjadi cerita mistik di mana sang nenek, penjelmaan Putri Ta Ina Luhu, akan muncul saat hujan lebat dan menculik anak-anak yang berada di luar rumah.
Pesan moral dari kisah Ta Ina Luhu atau Nenek Luhu ini adalah tentang kemandirian yang dimiliki sang putri. Selain itu, ada pesan bagi anak-anak agar tidak keluar rumah saat hujan lebat, terkait dengan cerita mistik kemunculan Nenek Luhu.
Kisah Putri Ta Ina Luhu berasal dari Negeri Luhu di Pulau Seram. Cerita ini menjadi bagian dari cerita rakyat Maluku dan dikenal luas, dengan berbagai tempat di Seram dan Ambon yang dinamai berdasarkan kejadian dalam perjalanannya.
Sumber: https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/air-putri-mata-air-dalam-legenda-ta-ina-luhu-di-seram-barat
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |