×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Pengobatan dan Kesehatan

Elemen Budaya

Pengobatan dan Kesehatan

Seloko Adat Melayu Kerinci

Tanggal 28 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Seloko adat adalah prinsip hidup dan hukum kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Melayu Kerinci. Prinsip-prinsip ini berpusat pada hubungan harmonis antara manusia dan alam, memandang alam sebagai amanah yang harus dijaga, bukan ditaklukkan. Seloko adat berfungsi sebagai pedoman untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan perilaku sosial, dengan keyakinan bahwa pelanggaran terhadap prinsip-prinsip ini akan membawa konsekuensi negatif.

Prinsip dan Makna

  • "Alam dijago, hidup terpeliharo; alam dirusak, hidup binaso.": Mengingatkan bahwa menjaga alam akan membawa kehidupan yang terpelihara, sementara merusak alam akan menyebabkan kehancuran hidup. Ini adalah hukum kehidupan yang diyakini oleh masyarakat adat.
  • "Ambil secukupnyo, pakai berpatutan; lebihnyo jangan, kurangnyo jangan.": Mengajarkan prinsip keseimbangan dalam pemanfaatan sumber daya alam, yaitu mengambil dan menggunakan secara proporsional dan tidak berlebihan.
  • "Rusak alam, rusak adat; rusak adat, rusak marwah.": Menjelaskan keterkaitan antara kerusakan alam, adat, dan kehormatan atau martabat manusia. Kerusakan alam dianggap sebagai indikator rusaknya adat dan marwah masyarakat.
  • "Alam tak pernah ingkar janji, manusialah yang sering lupa diri.": Menegaskan bahwa alam selalu konsisten dalam memberikan konsekuensi atas tindakan manusia, dan seringkali manusialah yang lalai atau lupa akan tanggung jawabnya.

Fungsi dan Relevansi

Seloko adat berfungsi sebagai rujukan dalam pengelolaan lingkungan dan sosial di Kerinci. Dalam konteks krisis lingkungan seperti penyusutan Danau Kerinci, seloko adat ini menjadi teguran dan pengingat akan pentingnya kearifan lokal. Masyarakat adat percaya bahwa krisis lingkungan adalah akibat dari pengabaian manusia terhadap prinsip-prinsip adat. Seloko adat mendorong kesadaran moral dan menjadi dasar bagi kebijakan yang adil untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.

Peran dalam Pengambilan Keputusan

Masyarakat adat Melayu Kerinci berpandangan bahwa kearifan lokal yang terkandung dalam seloko adat harus diakui sebagai rujukan dalam pengelolaan lingkungan dan diberi ruang dalam pengambilan keputusan. Hal ini mencakup perlindungan hutan hulu, perhitungan daya dukung danau secara jujur, dan pembatasan aktivitas ekonomi di sekitar danau agar pembangunan tidak memutus keseimbangan alam.

Sumber: https://www.porosjambimedia.com/2026/01/26/ketika-seloko-adat-dibaca-ulang-di-tepian-danau-kerinci

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Kain Tenun Ikat...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Motif Kain

Deskripsi Tenun ikat adalah kain tradisional dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak hanya berfungsi sebagai penutup tubuh, melainkan juga sebagai...

Soto Bebek Klat...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Soto Bebek Klaten adalah salah satu varian soto khas Nusantara yang unik karena menggunakan daging bebek sebagai isian utamanya, berbeda d...

Seloko Adat Mel...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Pengobatan dan Kesehatan

Deskripsi Seloko adat adalah prinsip hidup dan hukum kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Melayu Kerinci. Prinsip-pri...

Gulai Sabo

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Gulai sabo adalah makanan khas dari Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Makanan ini populer di kawasan wisata Pohon Seribu Sasak dan...

Ta Ina Luhu

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Dahulu kala, hiduplah seorang putri bernama Ta Ina Luhu, anak dari Raja Negeri Luhu di Pulau Seram. Raja Luhu dikenal bijaksana, baik, dan be...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...