|
|
|
|
|
|
Sasakala Selat Sunda Dan Gunung Krakatau Tanggal 31 Jul 2026 oleh Kyas1 . |
Dahulu kala, di Pulau Jawa bagian barat, berdirilah sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Rakata. Sang Prabu memiliki dua orang putra, yang sulung bernama Raden Sundana dan yang bungsu Raden Tapobrana. Pada masa itu, Pulau Jawa dan Sumatera masih menyatu. Karena Prabu Rakata sudah sangat tua, ia menyerahkan kerajaannya kepada kedua putranya. Kerajaan tersebut dibagi dua, bagian Timur untuk Raden Sundana dan bagian Barat untuk Raden Tapobrana. Setelah membagi negara, Sang Prabu meninggalkan keraton, bertapa di suatu tempat di perbatasan negara yang telah dibagi dua tersebut. Saat meninggalkan keraton, tidak ada barang yang dibawanya selain guci pusaka peninggalan leluhurnya. Suatu ketika, pada tahun keenam, Sang Prabu mendengar bahwa Raden Sundana dan prajurit negaranya sedang menyerang kerajaan adiknya, memperebutkan kekuasaan. Sang Prabu sangat marah, meraih guci pusaka yang sudah terisi air laut, kemudian berangkat ke medan laga. Di sana, ia mendapati kedua putranya sedang bertarung dengan gagah berani. Di sekeliling mereka, para prajurit sedang berperang. Melihat ayahnya datang, Raden Sundana dan Raden Tapobrana sangat terkejut. Saat itu juga, pertarungan mereka berhenti. Keduanya segera menghampiri, bersujud. Para prajurit dari kedua belah pihak juga menghentikan perang. Kedua putranya yang masih saling bertarung tunduk terdiam, tidak berkata-kata. Melihat hal itu, Sang Prabu berdiri, mengambil guci pusaka tersebut. "Sepertinya harus dengan cara begini membatasi negeri ini. Semoga kalian berdua bisa hidup tentram dalam memimpin negara masing-masing," ujarnya sambil menuangkan air laut dari guci pusaka sepanjang perbatasan negara. Selanjutnya, guci pusaka yang sudah kosong itu disimpan di bekas tempat pertarungan kedua putranya, sebagai peringatan. Setelah itu, Prabu Rakata kembali ke tempat pertapaannya. Lama-kelamaan, perbatasan negara yang dialiri air laut dari guci pusaka tersebut menjelma menjadi… selat, yang kini dikenal sebagai Selat Sunda. Dinamakan Selat Sunda karena kesalahan Raden Sundana yang serakah ingin menguasai kerajaan adiknya, sehingga ayahnya mengambil cara memisahkan kedua negara itu dengan dibatasi laut. Sementara guci pusaka yang disimpan di bekas tempat pertarungan Raden Sundana dan Raden Tapobrana, menjelma menjadi gunung, yang dikenal sebagai Gunung Rakata atau Gunung Krakatau, mengambil nama Prabu Rakata yang memiliki guci tersebut. Begitulah asal-usul Selat Sunda dan Gunung Rakata, menurut kakek.
Sumber: http://sundanet.com/article/content/123
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |