|
|
|
|
|
|
Kuda (dongeng Sasakala) Tanggal 31 Jul 2026 oleh Kyas1 . |
Pada zaman dahulu, ketika hewan masih bisa berbicara seperti manusia, ada seekor binatang besar di hutan yang mendengar kabar bahwa ada manusia di dunia yang sangat pintar. Hewan ini ingin tahu seperti apa manusia itu dan ingin menguji kepintarannya. Lalu, hewan besar itu keluar dari hutan untuk mencari manusia. Di perjalanan, ia bertemu dengan tiga orang. Hewan besar itu bertanya, "Mau ke mana kalian di sini?" Salah satu dari mereka menjawab, "Mau mencari kayu bakar ke hutan." Lalu mereka bertanya balik, "Kalau kamu mau ke mana?" Hewan itu menjawab, "Begini, kabarnya di dunia ini ada yang namanya manusia yang pintar dan banyak akalnya. Aku ingin tahu rupanya, dan aku ingin mencoba kepintarannya. Mungkin kalian tahu di mana manusia itu berada?" Orang tersebut menjawab, "Tentu saja tahu, hanya saja tempatnya jauh dari sini. Tuh, di sana." "Bisakah kalian mengantarku, karena aku sangat ingin bertemu dengan yang namanya manusia itu?" "Bisa, tapi kami tidak kuat berjalan jauh, karena tempatnya sangat jauh." "Gampang, kalau kalian tidak kuat berjalan, naik saja di punggungku. Tenagaku besar." "Ah tidak mau, naik di punggungmu bertiga, takut ada yang jatuh kalau nanti kamu berlari. Begini saja sekarang, karena sudah sore, meskipun diantar kami bertiga, tidak akan sampai sebelum siang di sana, karena saking jauhnya. Bagaimana kalau besok pagi saja dan aku akan berpikir dulu, supaya bisa terbawa bertiga." "Baiklah," kata hewan itu. Lalu hewan itu kembali ke tempatnya di hutan. Begitu pula tiga orang tadi kembali ke desa mereka. Sesampainya di desa, tiga orang itu berunding, bagaimana caranya agar bisa naik hewan itu bertiga. Salah satu berkata, "Kita buat saja padati kecil, kayu banyak. Biarkan dia yang menarik, kita bertiga yang naik." Lalu tiga orang itu semalaman membuat padati kecil, kira-kira cukup untuk bertiga. Keesokan paginya, hewan besar itu sudah bertemu lagi dengan tiga orang itu. Kata salah satu dari mereka, "Nah, ini padati, tarik olehmu, kami bertiga yang naik!" "Bagaimana menariknya, karena aku tidak punya tangan?" "Gampang, kepalamu (mulutmu) saja kami ikatkan (dikendalikan), talinya kami pegang, kalau-kalau kamu berlari terlalu kencang bisa kami tahan. Dan dadamu kami ikatkan ke padati ini (memakai lestreng), supaya padati ini tertarik," kata salah seorang. "Kalau itu apa?" kata hewan itu sambil menunjuk dengan dagunya. "Ini namanya pecut. Kalau-kalau kamu larinya lambat, dengan pecut ini bisa cepat lagi." Setelah semuanya beres, lalu talinya dipegang oleh salah seorang. Ceterr… hewan itu dipecut, lalu berlari sangat kencang. Setelah menempuh jarak jauh, hewan itu berhenti, bertanya, "Masih jauh tempat manusia itu?" Dijawab oleh salah seorang, "Sudah dekat. Tuh di sana!" Lalu hewan itu berlari lagi. Setelah merasa sangat lelah, hewan itu berhenti lagi, bertanya, "Di mana manusia itu, aku sudah sangat lelah?" Tiga orang itu turun dari padati. Salah satu berkata, "Sebenarnya, kamilah bertiga yang dinamakan manusia itu. Sekarang kamu mau bagaimana? Rupa manusia sekarang kamu sudah tahu, akal dan kepintarannya sudah terbukti, sampai-sampai kamu bisa membawa kami bertiga yang sejauh itu, ditarik olehmu di padati buatan manusia ini." Hewan itu menjawab, "Benar, manusia itu pintar dan banyak akalnya. Sekarang aku tunduk pada manusia. Dan aku ingin meminta nama padamu, karena aku belum punya nama." Kata orang yang paling pintar, "Sekarang kamu aku namakan KUDA, karena waktu kamu akan berlari menarik padati tadi, aku melihat kakimu menginjak-injak tanah, dan dadamu menarik padati ini." Maka sampai sekarang, hewan seperti itu dinamakan KUDA.
Dongeng ini berasal dari "Dongeng-dongeng Sasakala" yang dikumpulkan oleh Ki Umbara dan diterbitkan oleh CV Geger Sunten Bandung.
Sumber: http://sundanet.com/article/content/124
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |