×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Banten

Asal Daerah

Tangerang

Klenteng Boen San Bio

Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Klenteng Boen San Bio, juga dikenal sebagai Wihara Nimmala, adalah salah satu klenteng tertua di Tangerang yang berdiri megah dengan arsitektur Tionghoa yang mencolok. Klenteng ini dibangun di atas lahan seluas 4.650 meter persegi dan telah mengalami beberapa kali renovasi serta pelebaran lahan. Meskipun saat ini tampak megah dengan ornamen khas dan warna mencolok, dulunya bangunan ini sangat sederhana dengan dinding anyaman bambu dan atap daun rumbia. Klenteng ini pernah mencatatkan rekor nasional, salah satunya untuk thian sin lo terberat.

Struktur & Bagian

Bangunan ini didominasi warna merah dengan sentuhan biru dan kuning pada tembok dan genteng. Di atap gerbang, terdapat patung burung phoenix dan naga yang melambangkan pelindung dan kemakmuran. Di bagian depan klenteng, sepasang patung singa penjaga (cioksay) menyambut pengunjung. Di dalam klenteng, terdapat patung Dewi Kwan Im Pou Sat dan ruang beribadah untuk umat Buddha. Ruang peribadatan tersebar di berbagai sudut klenteng, lengkap dengan meja altar dan patung dewa. Terdapat juga rumah minyak di sisi kiri halaman untuk menyimpan botol-botol minyak sembahyang.

  • Patung Dewi Kwan Im Pou Sat: Terdapat di dalam klenteng.
  • Ruang beribadah untuk umat Buddha: Salah satu bagian di dalam klenteng.
  • Altar Hok Tek Tjeng Sin: Altar utama untuk Dewa Bumi yang menjadi tuan rumah di Klenteng Boen San Bio.
  • Altar Raden Surya Kencana: Petilasan untuk tokoh umat muslim Jawa Barat.
  • Altar dewa-dewa terkenal China: Nabi Lao Tze, Sang Buddha, dan Nabi Khong Tze.
  • Tempat persembahyangan Pat Sien Kwe Hay (Delapan Dewa): Merepresentasikan delapan sifat manusia.
  • Tempat persembahyangan Sam Kai Kong: Untuk dewa pelindung manusia, bumi, dan langit.
  • Pendopo Pecun: Dilengkapi dengan perahu naga berwarna merah-kuning yang konon sumbangan Oey Giok Koen.
  • Rumah minyak: Berdiri di sisi kiri halaman, menyimpan botol-botol minyak untuk sembahyang.
  • Patung burung phoenix (fenghuang atau hong) dan naga: Di atap gerbang, sebagai simbol pelindung dan kemakmuran.
  • Patung singa penjaga (cioksay): Di bagian depan klenteng, singa betina bermain dengan anak dan singa jantan memegang bola.
  • Hiolo marmer: Di koridor utama, tempat meletakkan batang hio yang telah dibakar.

Fungsi & Filosofi

Klenteng Boen San Bio berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat yang menganut Tiga Ajaran, yaitu Buddhisme, Konfusianisme, dan Taoisme, seperti vihara lain di Indonesia. Umat di sini memuja Hok Tek Tjeng Sin (Dewa Bumi) serta sembilan dewa lainnya. Filosofi "kebajikan setinggi gunung" tercermin dalam namanya. Kehadiran berbagai altar untuk dewa-dewa yang berbeda, termasuk petilasan tokoh muslim, menunjukkan toleransi dan praktik keagamaan sinkretis yang kuat di komunitas Cina Benteng.

Asal

Klenteng ini terletak di Jalan K.S. Tubun no.43, Desa Pasar Baru, Tangerang. Klenteng Boen San Bio dibangun pada tahun 1689 oleh seorang pedagang asal Tiongkok bernama Lim Tau Koen. Pembangunannya tak lepas dari sejarah kehadiran komunitas Tionghoa di Tangerang, yang dikenal sebagai Cina Benteng, yang mendirikan bio sebagai pusat permukiman mereka dengan pola petak sembilan, sesuai prinsip hong shui yang idealnya dekat sungai dan terlindung perbukitan.

Sumber: https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/boen-san-bio-ibadah-sejarah-dan-kerukunan-di-tangerang

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Ayam Goreng Pad...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Ayam goreng Padang adalah hidangan ayam goreng dengan rasa spesial yang didapatkan dari bumbu rempah dan proses memasak yang tepat. Hidang...

Wajit

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Wajit adalah makanan tradisional yang menjadi bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Sunda, khususnya di Kecamatan Cililin, Kabupat...

Bakso Cuanki Ud...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Cuanki adalah jajanan sejenis bakso khas Bandung yang secara tradisional dijajakan oleh penjual dengan berjalan kaki. Resep ini adalah var...

Ritual Penanama...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Ritual

Deskripsi Ritual penanaman padi tradisional masyarakat Rongga adalah sebuah studi etnopragmatik yang berupaya memahami praktik sosial yang terikat o...

Blangkon Sumene...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Blangkon khas Sumenep adalah penutup kepala tradisional yang sering dipakai oleh raja-raja terdahulu dan saat ini dilestarikan oleh pemeri...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...